Melihat Korelasi Pemblokiran IMEI dengan Peningkatan Kualitas Jaringan

Kualitas jaringan operator tidak hanya didorong oleh pembangunan jaringan saja. Pembatasan IMEI ilegal diyakini dapat mendorong pertumbuhan jaringan di perseroan. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  11:53 WIB
Melihat Korelasi Pemblokiran IMEI dengan Peningkatan Kualitas Jaringan
Pengunjung berada di gerai ponsel pintar di sebuah pusat perbelanjaan, di Jakarta, Rabu (20/6/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com,  BATAM -  Kualitas jaringan operator tidak hanya didorong oleh pembangunan jaringan saja. Pembatasan IMEI ilegal diyakini dapat mendorong pertumbuhan jaringan di perseroan. 

Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mochamad Hadiyana berpendapat bahwa pemblokiran dapat meningkatkan kualitas pelanggan operator seluler. 

Sebab, dengan memblokir IMEI maka pelanggan akan menggunakan gawai dengan kualitas sesuai standard. Ketika pelanggan menggunakan gawai berkualitas maka saat operator melakukan perhitungan kecepatan internet di suatu titik, angkanya akan makin baik. 

Dia menduga buruknya jaringan operator di suatu titik ada kaitannya dengan penyebaran IMEI ilegal. Perakit gawai IMEI ilegal cenderung mengambil untung sehingga saat mereka merakit gawai, perangkat keras yang digunakan adalah perangkat keras bawah standard. Ini mempengaruhi perhitungan kecepatan internet.

“Jadi gawai yang menggunakan IMEI Ilegal pasti kualitas [perangkat keras] gawai tersebut buruk. Karena mereka mengharapkan keuntungan. Dia tidak mendaftarkan IMEI di GSMA. Dia menggunakan zat-zat di bawah standard,” kata Hadiyana, Selasa (3/12/2019). 

Hadiyama mengatakan dengan menggunakan perangkat keras di bawah standard, ada kemungkinan jug saat seseroan melakukan telepon  akan terputus .

Oleh sebab itu, menurutnya, untuk menjaga kualitas jaringan tetap baik pemblokiran IMEI perlu segera dilakukan, sebelum pertengahan April 2020 nanti. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imei

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top