Ini Rekomendasi Skema Pembangunan Jaringan Telekomunikasi Ibu Kota Baru

Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan bahwa pembangunan infrastrutur telekomunikasi untuk calon ibu kota baru harus dilakukan bersama-sama atau sharing infrastruktur agar tercipta efisiensi dalam penggelaran jaringan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 03 September 2019  |  13:09 WIB
Ini Rekomendasi Skema Pembangunan Jaringan Telekomunikasi Ibu Kota Baru
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan penjelasan pada rapat kerja dengan Komisi I DPR, di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan bahwa pembangunan infrastrutur telekomunikasi untuk calon ibu kota baru harus dilakukan bersama-sama atau sharing infrastruktur agar tercipta efisiensi dalam penggelaran jaringan.

Menkominfo Rudiantara mengatakan Kemenkominfo telah memiliki konsep pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Kalimantan. Dia mengatakan terdapat dua konsep pembangunan jaringan telekomunikasi.

Konsep pertama adalah dengan menarik kabel serat optik dari ujung Palapa Ring Barat, Singkawang, ke Ekotambai, dari Ekotambai pembangunan terpecah menjadi dua ke arah Nunukan, sejalan dengan pembangunan jalan perbatasan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  atau  ke arah Long Tuju – Sendawa – Balikpapan.

Konsep kedua adalah menarik serat optik dari Singkawang – Sanggau – Nangga Pinoh – Kualu Kurun – Muara Teweh – Sendawa – Balikpapan.

Dia mengatakan untuk menggelar jaringan tersebut, Kemenkominfo akan membicarakan dengan operator seluler guna mengetahui minat operator dalam membangun jaringan.

Pembangunan, imbuhnya, harus dilakukan dengan skema berbagi atau sharing infrastruktur bagi operator yang bersedia membangun. Sharing diberlakukan kepada seluruh operator telekomunikasi yang mengantongi izin dari Kemenkominfo, tidak hanya operator seluler.

“Kami akan bicara dengan operator apakah mereka mau bangun atau tidak, kalau mereka tidak mau, kami akan menggunakan struktur KPBU lagi seperti Palapa Ring. Kalau operator mau bangun boleh saja tetapi punya kewajiban infrastruktur harus dibagi dengan yang lain,” kata Rudiantara di Tarakan, beberapa waktu lalu.

Rudiantara menambahkan pembangunan jaringan untuk ibu kota baru harus dilakukan pada 2021 dengan target pada 2023 jaringan infrastruktur telekomunikasi telah siap mendukung operasional ibu kota.

Rudiantara berpendapat lalu lintas data di ibu kota baru nantinya tidak akan sebesar di Jakarta, sebab Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabutapen Penajam Paser Utara hanya akan berperan sebagai ibu kota. Sedangkan Jakarta, selama ini berperan sebagai ibu kota sekaligus pusat perekonomian.

“ Jakarta kan kota niaga dan ibu kota sedangkan di sana ibukota negara saja,” kata Rudiantara. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telekomunikasi, Ibu Kota Dipindah, ibu kota

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top