Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mastel Dorong Pemerintah Bebaskan Frekuensi untuk 5G

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Kristiono mengatakan, permasalahan frekuensi akan menjadi tantangan pemerintah untuk 5 tahun mendatang.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 22 Juni 2019  |  10:23 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Kristiono mengatakan, permasalahan frekuensi akan menjadi tantangan pemerintah untuk 5 tahun mendatang.

Dia menilai dengan frekuensi yang terbatas saat ini, pemerintah harus pandai-pandai dalam mengatur frekuensi.

"Bagaimana yang belum terpakai dipakai, yang sudah dipakai bagaimana digunakan dengan cara yang lebih efisien, karena 5 tahun ke depan 5G sudah ada. Nah, ini yang perlu dipikirkan," kata Kristiono usai acara Halalbihalal Mastel di Jakarta, Jumat (21/7/2019).

Kristiono menyarankan dengan kondisi spektrum yang terbatas, pemerintah perlu menghapus salah satu teknologi. Misalnya, sambung Kristiono, dengan menghapus teknologi 3G yang saat ini perannya telah tergantikan dengan 4G.

Kristiono juga menilai bahwa tekonologi 3G kuranf efisien.

"3G terlalu makan lebar frekuensi dan tingkat efisiensinya rendah. Ke depan mestinya kalau availability spektrum makin terbatas, harus ada frekuensi yang dibuang," ujarnya.

Meski demikian, Kristiono mengakui bahwa generasi ketiga termasuk teknologi baru. Investasi besar yang digelontorkan operator seluler di teknologi ini belum berbuah manis.

Oleh sebab itu, lanjutnya, dalam pengurangan 3G dapat dilakukan secara bertahap.

"Mungkin bisa saja, katakanlah 3-4 tahun mendatang 3G bisa dihapus. Nantinya ex-frekuensi bisa dipakai 4G," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

3g frekuensi 4g mastel
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top