Kendala Smartfren Gunakan Palapa Ring

Apabila seluruh operator turun melayani suatu daerah yang notabene penduduknya tidak terlalu padat, akan terjadi suplai yang berlebihan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  17:26 WIB
Kendala Smartfren Gunakan Palapa Ring
Pelanggan menunggu pelayanan di gerai Smartfren, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (5/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Smartfren Telecom Tbk. menilai pembangunan klaster base transceiver station dan kepadatan penduduk menjadi pertimbangan perusahaan dalam membangun konektivitas, termasuk dalam menentukan penggunaan kabel optik Palapa Ring.

Deputy CEO PT Smartfren Telecom Tbk., Djoko Tata Ibrahim mengatakan salah satu kendala yang dihadapi pihaknya dalam menyewa Palapa Ring adalah potensi penggelaran klaster base transceiver station (BTS) di wilayah yang terhubung dengan infrastruktur tersebut.

Dia mengatakan, dengan area cakupan yang cukup luas dan struktur bentuk daratan daratan yang dipenuhi bebatuan, pembangunan BTS di area yang dilewati Palapa Ring, rumit.

“Kendalanya adalah pembangunan klaster BTS, mengingat area cakupan yang cukup luas dan kontur morfologi daratan yang cukup menantang, di samping itu infrastruktur penunjang seperti kesediaan tenaga  listrik yang memadai 24 jam,” Djoko kepada Bisnis, Jumat (12/5/2019).

Di samping itu, sambungnya, pertimbangan lain dalam operator seluler dalam menyewa Palapa Ring adalah kepadatan pemukiman penduduk yang akan dilayani. Djoko menuturkan apabila seluruh operator turun melayani suatu daerah yang notabene penduduknya tidak terlalu padat, akan terjadi suplai yang berlebihan.

Over supply akan menjurus ke arah persaingan tidak sehat yang dalam jangka panjang dapat merugikan operator,” kata Djoko.

Djoko menerangkan faktor harga sewa Palapa Ring sejauh ini bukanlah faktor utama bagi operator untuk melakukan perluasan area cakupannya dengan menggunakan Palapa Ring. Dia mengatakan penggunaan Palapa Ring dilakukan secara bersama akan lebih efisien sehingga biaya investasi dapat ditekan serendah mungkin.

“Demikian pula diharapkan pembangunan BTS secara co-location akan dapat menghemat biaya investasi yang cukup berarti,” kata Djoko.

Pada dasarnya, menurut Djoko, operator seluler semangat utuk memanfaatkan Palapa Ring semaksimal mungkin. Hanya saja, pemanfaatan tersebut kembali pada setiap operator dalam menentukan prioritas strategi pembangunan jaringannya di tengah tekanan untuk meningkatkan kapasitas di daerah lain, sejalan dengan peningkatan penggunaan internet yang makin marak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smartfren, palapa ring

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top