Ovo Sediakan Fitur Bayar Belakangan dan Cicil

Plafon pinjaman yang disediakan berkisar dari Rp10.000 hingga Rp10 juta, dengan tenor dari sebulan hingga maksimum 12 bulan.
Deandra Syarizka | 10 Mei 2019 14:30 WIB
Head of Strategy and Innovation Lab OVO Abraham Viktor memperkenalkan fitur terbaru OVO PayLater saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (10/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Visionet Internasional, perusahaan yang menyediakan layanan dompet digital dengan nama Ovo, meluncurkan fitur kartu kredit digital dengan nama Ovo Pay Later di aplikasinya.

Head of Strategy and Innovation Lab Ovo Abraham Viktor menjelaskan dengan fitur ini pengguna dapat membayar tagihan pada akhir bulan dan melakukan pembayaran secara mengangsur. Untuk saat ini, pengguna baru dapat mencoba fitur membayar pada akhir bulan, sedangkan fitur cicilan baru dapat digunakan pada Juli mendatang.

Akses kartu kredit virtual ini diluncurkan secara bertahap bagi pengguna aplikasi Ovo, untuk kemudian menyusul hadir di ekosistem Ovo lainnya baik aplikasi Grab maupun 200.000 toko  yang tersebar di seluruh Indonesia. Fitur Ovo Pay Later telah hadir terlebih dulu di platform dagang-el Tokopedia pada awal tahun lalu.

“Ovo Paylater ini intinya membuat masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya dulu baik di e-commerce dan ritel manapun, kemudian bayarnya nanti. Setelah Juli nanti akan ada fitur installment atau cicilan,” ujarnya saat konferensi pers, Jumat (10/5).

Plafon pinjaman yang disediakan berkisar dari Rp10.000 hingga Rp10 juta, dengan tenor dari sebulan hingga maksimum 12 bulan. Meskipun demikian, pihaknya mengaku belum menentukan secara pasti besaran bunga yang yang akan dikenakan.

“Rencananya akan ada biaya yang dikenakan, kira-kira sama dengan kartu kredit, tetapi kami belum putuskan berapa,” ujarnya.

Dia menambahkan, penyediaan fitur ini merupakan hasil kerja sama antara Ovo dengan Taralite, perusahaan peer to peer lending yang telah diakuisisi Ovo beberapa waktu lalu. Dengan kolaborasi ini, Ovo dapat menyalurkan pinjaman dengan menggunakan izin peer to peer lending yang telah diperoleh Taralite dari OJK. Sebelum bergabung dengan Ovo, Abraham Viktor sendiri merupakan CEO dari Taralite.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech, ovo

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top