Kejora-InterVest Growth Fund Lampaui US$100 Juta

Dana kelolaan tersebut akan difokuskan untuk mengucurkan dana senilai US$5 juta—US$10 juta ke startup yang berbasis di Asia Tenggara.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  15:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kejora, perusahaan modal ventura yang berbasis di Jakarta, bersama InterVest berhasil menghimpun dana kelolaan melebihi US$100 juta.

Dana kelolaan yang diberi nama Kejora-InterVest Growth Fund tersebut akan difokuskan untuk mengucurkan dana senilai US$5 juta—US$10 juta ke startup yang berbasis di Asia Tenggara.  InterVest adalah modal ventura asal Korea Selatan dengan jumlah dana kelolaan melebihi US$1 miliar.

Kemitraan ini bertujuan memberikan manfaat lebih bagi perusahaan rintisan sekaligus menawarkan gabungan antara pengetahuan Kejora mengenai pasar regional Asia Tenggara sebagai salah satu modal ventura yang paling aktif di kawasan dan pengalaman InterVest di eksosistem bisnis teknologi Korea Selatan yang lebih matang.

Investor yang terlibat di Kejora-InterVest Growth Fund adalah Korea Development Bank, Korea Venture Investment Corporation, NH Investment & Securities, Industrial Bank of Korea, Barito Pacific Group, serta bank swasta dan pengelola dana pensiun asal Asia Tenggara.

“Komitmen utama Kejora adalah mendorong partisipasi aktif melalui ekosistem pasar Asia Tenggara.  Kami telah berdiri di lima kota utama di regional ini, memberikan kami akses terhadap pipeline terbaik di Asia Tenggara sekaligus memungkinkan kami untuk mengembangkan portofolio kami,” ujar Partner Pendiri Kejora Andy Zain, melalui keterangan resmi, Kamis (9/5/2019).

Selain keahlian dan jaringan, perusahaan juga menyediakan pendanaan berkisar US$5 juga hingga US$10 juta untuk setiap perusahaan rintisan teknologi yang sedang dalam tahap pertumbuhan. Tim perusahaan umumnya berinvestasi ke perusahaan yang memecahkan masalah di Asia Tenggara dengan menggunakan teknologi.

“Kami mencari perusahaan yang berada di vertikal seperti finansial, logistik, teknologi pendidikan, meskipun kami juga terbuka terhadap potensi dan industri lain yang sedang booming. Kami juga terbuka untuk berkolaborasi dalam portofolio untuk membantu satu sama lain tumbuh lebih cepat,” ujar CEO InterVest Chung Hee Woo.

Menurutnya, InterVest sangat optimistis terhadap berbagai peluang yang ada di Asia Tenggara. Pihaknya juga bersyukur terhadap kepercayaan investor yang memiliki kepercayaan diri terhadap timnya.

“Kami meyakini bahwa investasi ini akan membawa banyak nilai tambah bagi perusahaan rintisan di Asia Tenggara, tentu dengan imbal hasil yang baik,” ujarnya.

Sebelum mencapai penutupan pendanaan, perusahaan telah mulai berinvestasi di sejumlah perusahaan rintisan di Asia Tenggara. Yang terbaru, perusahaan berkontribusi senilai US$50 juta dalam pendanaan Series A untuk SiCepat Ekspress, perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang logistik. Pendanaan itu sekaligus menandai investasi Series A terbesar di Asia Tenggara.

Investasi perusahaan lainnya mencakup C88 Group yitu pemimpin pasar di bidang platform dagang-el finansial di Indonesia dan Filipina, SmartStudy yaitu perusahaan rintisan asal Korea yang melahirkan lagu viral BabyShark, dan Sorabel yaitu platform dagang-el di bidang fesyen asal Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
modal ventura

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top