GoBear Raup Modal Segar US$80 Juta, Terbuka Untuk Akuisisi Startup Lain

GoBear Indonesia telah menjalin kemitraan yang kuat dengan lembaga-lembaga keuangan terkemuka seperti Standard Chartered Bank, Bank Amar (Tunaiku), dan layanan asuransi Futuready.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  11:40 WIB
GoBear Raup Modal Segar US$80 Juta, Terbuka Untuk Akuisisi Startup Lain
Logo GoBear

Bisnis.com, JAKARTA — GoBear, platform supermarket produk finansial Asia,  mengumumkan pendanaan sebesar US$80 juta dari Walvis Participaties, perusahaan modal ventura asal Belanda, dan Aegon N.V, penyedia layanan keuangan terkemuka.

GoBear akan menggunakan dana tersebut untuk mendorong pertumbuhan melalui peningkatan produk dan teknologi, memperluas jaringan mitranya, dan mengisi posisi penting di struktur perusahaan.

Peningkatan fungsi pencarian dan pencocokan pada platform ini juga akan mencakup dua pendekatan strategis yaitu kemitraan dan investasi pada perusahaan-perusahaan teknologi lainnya, guna memperoleh akses ke teknologi yang dibutuhkan.

CEO GoBear Adrian Chng  menjelaskan, GoBear adalah supermarket finansial yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan keuangan Asia dengan menghadirkan literasi keuangan, inklusi keuangan, dan keamanan finansial untuk semua orang.

Saat ini, perusahaannya telah melayani lebih dari 40 juta pengguna di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Mitra-mitra GoBear adalah lembaga keuangan, bank, dan penyedia asuransi terkemuka seperti Allianz Worldwide Partners, Citibank, FWD Insurance, dan Standard Chartered Bank.

 “Kami juga sangat tertarik untuk bermitra dan/atau berinvestasi pada perusahaan-perusahaan teknologi lain yang telah mengembangkan teknologi-teknologi baru dan menarik guna meningkatkan ekosistem dan kemampuan kam. Area-area spesifik diantaranya adalah solusi orientasi dan pemenuhan pelanggan, manajemen keuangan pribadi, penilaian kredit alternatif, pendidikan finansial, dan platform investasi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diperoleh Bisnis, Kamis (9/5).

Dia menambahkan, peluang di wilayah Asia didorong oleh beberapa perkembangan besar yang saling terkait: pertumbuhan ekonomi yang mengalahkan dunia, urbanisasi yang pesat, kelas menengah yang bertumbuh cepat dan mobile.

“Tujuan GoBear adalah untuk meningkatkan kesehatan keuangan Anda. Kami ingin konsumen membuat pilihan yang tepat akan produk-produk keuangan pribadi, termasuk asuransi, pinjaman, dan kartu kredit, dengan cara yang sederhana dan transparan,” ujar Country Director  GoBear Indonesia Tris Rasika.

Lebih lanjut, pihaknya telah menjalin kemitraan yang kuat dengan lembaga-lembaga keuangan terkemuka seperti Standard Chartered Bank, Bank Amar (Tunaiku), dan layanan asuransi Futuready. GoBear Indonesia terus memperluas kemitraannya dengan berbagai bank, perusahaan asuransi, dan lembaga keuangan.

Menurutnya, pasar Indonesia menghadirkan peluang ekspansi yang unik bagi GoBear Indonesia. Dengan populasi sebanyak 260 juta orang, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia, dan diperkirakan akan memiliki 215 juta pengguna internet pada tahun 2020, menurut laporan gabungan Google-Temasek.

Dengan lebih dari 95 juta orang dewasa Indonesia yang belum memiliki rekening bank, GoBear Indonesia memberdayakan masyarakat Indonesia untuk membuat keputusan keuangan yang tepat dan sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top