Dari Anambas hingga Papua, 3.000 Wilayah Terluar Bakal Terjangkau 4G

Bakti saat ini tengah gencar mempersiapkan infrastruktur untuk mendorong kehadiran teknologi 4G di BTS yang terhubung dengan daerah-daerah program Bakti Sinyal.
Leo Dwi Jatmiko | 23 April 2019 08:41 WIB
Salah satu BTS Telkomsel di daerah perbatasan. Telkomsel secara nasional telah mengoperasikan 627 base transceiver station (BTS) yang berlokasi di perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina, dan Papua Nugini dalam upaya mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bisnis - Istimewa

JAKARTA — Dalam setahun ke depan, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi menargetkan 3.000 wilayah di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal terlayani oleh jaringan seluler 4G LTE.

Bakti  saat ini tengah gencar mempersiapkan infrastruktur untuk mendorong kehadiran teknologi 4G di base tranceiver station (BTS) yang terhubung dengan daerah-daerah program Bakti Sinyal.

Bakti Sinyal adalah program pembangunan infrastruktur telekomunikasi di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Pembangunan ini menggunakan dana universal service obligation (USO) yang bersumber dari pungutan 1,25% dari pendapatan operator telekomunikasi yang kemudian dikelola oleh Bakti.

Bakti sebagai pengelola program memfasilitasi operator seluler sejumlah infrastruktur seperti menara, pasokan listrik, dan lahan untuk membangun jaringan di kawasan 3T. Adapun untuk BTS disediakan  oleh tiap-tiap operator seluler karena setiap operator memiliki teknologi yang berbeda-beda.

Diketahui, saat ini Bakti telah membangun 1.068 BTS. Hanya saja, dari total BTS yang dibangun, sebanyak 1.019 BTS masih menggunakan teknologi 2G, sedangkan yang menggunakan teknologi 4G hanya 49 BTS.

Direktur Utama  Bakti Anang Latif mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan mengubah seluruh BTS Bakti  Sinyal menjadi 4G.

Di samping itu, pada 2019 ini juga, Bakti berencana membangun 2.000 BTS lagi sehingga total keseluruhan BTS yang dibangun mencapai 3.000 BTS berteknologi 4G.

“Akhir tahun semua kami ganti 4G. BTS yang baru, nanti langsung dengan 4G, karena ibaratnya kami sewa ke mereka tahunan untuk VSAT, kami nunggu selesai dulu baru kami ubah,” kata Anang kepada Bisnis, Senin (22/4/2019).

Anang menuturkan hingga saat ini terdapat tiga operator seluler yang telah memanfaatkan BTS  Bakti Sinyal antara lain, PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk. dan  PT XL Axiata Tbk.

Jika operator seluler berinvestasi sendiri di kawasan 3 T, menurut Anang, mereka harus merogoh Rp100 juta dari kantong sendiri dengan pendapatan dari daerah 3T hanya sekitar Rp50 juta. Oleh karena itu  BAKTI  menawarkan agar operator seluler cukup investasi Rp10 juta saja untuk BTS.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seluler, bakti

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup