Ini 5 Startup Unicorn Anyar Sepanjang April 2019

Surya Rianto
Kamis, 11 April 2019 | 11:54 WIB
Startup Dream 11 asal India baru saja menyandang status Unicorn/ Istimewa
Startup Dream 11 asal India baru saja menyandang status Unicorn/ Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Ada lima perusahaan rintisan atau startup yang baru menyandang status unicorn sepanjang bulan ini. Salah satunya menjadi perusahaan rintisan pertama dari bidang permainan yang mampu menembus klub unicorn.

Dream 11 menjadi perusahaan rintisan yang menyandang status unicorn teranyar pada 9 April 2019. Perusahaan itu memiliki bidang usaha permainan olah raga.

Perusahaan rintisan asal India itu menjadi unicorn setelah mendapatkan pendanaan putaran kedua senilai US$60 juta dari Steadview Capital.

Kepala Eksekutif Dream 11 Harsh Jain mengatakan, pihaknya sangat senang menyambut Steadview Capital sebagai salah satu investor anyarnya.

"Kami akan terus bekerja keras untuk mengejar 100 juta pengguna sampai akhir tahun ini," ujarnya seperti dikutip Businesstoday pada Kamis (11/04/2019).

Managing Director Steadview Capital Ravi Mehta mengatakan, prospek pertumbuhan Dream11 sangat positif. Apalagi, Dream 11 memiliki dominasi yang kuat di pasar permainan fantasi olah raga tersebut.

Dream 11 sudah didirikan sejak 2012 oleh Bhavit Sheth dan Harsh Jain. Dream 11 memungkinkan pengguna untuk memainkan permainan fantasi untuk kategori kriket, sepak bola, kabaddi, dan basket.

Selain Dream 11, dua perusahaan rintisan lainnya yang baru saja menjadi unicorn pada bulan ini adalah dua perusahaan teknologi finansial atau fintech asal Amerika Serikat (AS).

Bill.com menjadi salah satu perusahaan rintisan yang baru naik kelas menjadi Unicorn. Perusahaan rintisan itu menjadi Unicorn setelah mendapatkan pendanaan US$88 juta dan mengumumkan kemitraan strategis dengan Mastercard.

Perusahaan tekfin itu memberikan jasa manajemen pembayaran dengan cara otomatis. Segmen yang diincar adalah kalangan kecil dan menengah.

Bill.com mencatat sudah memiliki 3 juta anggota dan mengelola hampir US$60 miliar per tahun.

Sementara itu, Liquid resmi menjadi unicorn sehari setelah Bill.com atau pada 3 April 2019. Liquid adalah platform mata uang kripto global yang didirikan sejak 2014.

Ini Startup yang Menjadi Unicorn Sepanjang 2019

StartupAsal NegaraLini UsahaTanggal Menjadi Unicorn
N26JermanFintech10/1/2019
DatabricksASInternet Software & Service5/2/2019
ConfluentUKInternet Software & Service23/1/2019
AuroraASAutotech7/2/2019
Eggshell ApartementChinaReal Estate Tech1/3/2019
DelhiveryIndiaSupply Chain & Logistic27/2/2019
SegmentASInternet Software & Service2/4/2019
EzcaterASFood & Grocery2/4/2019
GlossierASeCommerce19/3/2019
DoctorlibPrancisDigital Health19/3/2019
TusimpleASAutotech13/2/2019
ChimeASFintech5/3/2019
CollibraASRegtech/AI29/1/2019
HimsASConsumer Product & Service29/1/2019
CalmASHealt & Wellness6/2/2019
Health CatalystASDigital Health7/2/2019
10x GenomicsASGenomics7/1/2019
YanoljaKorea SelatanTravel tech16/2/2019
Rent the RunawayASeCommerce21/3/2019
VlocityASCloud Computing26/3/2019
AirwallexAustraliaFintech25/3/2019
CasperASeCommerce27/3/2019
Bill.comASFintech2/4/2019
LiquidASFintech3/4/2019
Dream11IndiaGaming9/4/2019

sumber : CB insight, diolah

Nah, pendanaan seri C yang baru saja didapatkan perusahaan rintisan itu membawanya masuk ke klub unicorn. Liquid mendapatkan pendanaan anyar dari IDG Capital dan Bitmain Technologies.

Chief Executive Officer Liquid Mike Kayamori mengatakan, dunia sudah memasuki era disrupsi digital pada layanan keuangan. Konsumen semakin memberikan nilai tinggi pada aset dan teknologi digital yang bisa dipercaya dan mudah digunakan.

"Visi kami adalah membuat layanan keuangan dapat diakses oleh semua orang, berarti membawa banyak orang masuk ke ruang aset digital tersebut," ujarnya.

Lalu, Segment menyusul menjadi Unicorn pada 2 April 2019. Perusahaan rintisan itu menjadi unicorn setelah mendapatkan dana seri D senilai US$175 juta dari Accel, GV, dan Meritech Capital.

Setelah pendanaan itu, valuasi perusahaan rintisan asal AS ini melejit jadi US$1,5 miliar.

Segment didirikan pada 2012 dan bergerak di bidang pengembangan platform data pelanggan. Perusahaan rintisan asal AS itu telah beroperasi di 71 negara dan beberapa kliennya yakni, Instacart dan Intuit.

Segmnet membantu menghubungkan data pihak pertama dengan alat pemasaran, analisis, dan pergudangan data.

Lalu, perusahaan rintisan kelima yang resmi menjadi unicorn pada bulan ini adalah eZcater. Perusahaan rintisan asal AS itu menjadi unicorn setelah mendapatkan putaran pendanaan senilai US$150 juta dari Menlo Park, Lightspeed Venture Partners.

Dengan tambahan dana itu, perusahaan rintisan yang bergerak di bidang katering makanan itu sudah memiliki valuasi US$1,25 miliar.

Startup katering cukup menarik minat investor karena telah mencatatkan transaksi hingga US$60 miliar. Dari total itu, US$24 miliar dihasilkan dari katering bisnis saja.

Saat ini, Ezcater memiliki 665 karyawan. Perusahaan rintisan itu berencana menambah 300 karyawan lagi pada tahun depan.

Adapun, kabarnya sudah ada dua perusahaan rintisan asal Indonesia yang siap bergabung dengan klub unicorn. Pertama, OVO, penyedia layanan uang elektronik, dan Tiket.com, penyedia jasa penjualan tiket pesawat, kereta, hotel, acaram dan sebagainya.

Kira-kira kapan dua perusahaan rintisan itu resmi bergabung dengan klub unicorn ya?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Surya Rianto
Editor : Surya Rianto
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper