Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DOMAIN LOKAL: Desa.Id Diharapkan Mampu Dongkrak Penjualan

BISNIS.COM, JAKARTA--Peluncuran domain lokal baru oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), yakni desa.id pada 1 Mei diharapkan mampu mendongkrak penjualan pada tahun ini.
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 02 April 2013  |  15:17 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Peluncuran domain lokal baru oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), yakni desa.id pada 1 Mei diharapkan mampu mendongkrak penjualan pada tahun ini.

Adapun, potensi penggunaan domain desa.id dapat mencapai 65.000 domain.

Berdasarkan data penjualan domain PANDI hingga Februari tahun ini, jumlah domain lokal yang terjual berjumlah 108.979 domain. Domain co.id menduduki puncak penjualan sebanyak 43.409 domain, disusul web.id 42.583 domain dan sch.id 10.495. Meski demikian, jumlah penjualan domain lokal masih tertinggal jauh dari total penjualan domain internasional, sebanyak 247.827 domain.

Adapun, pada tahun ini PANDI menargetkan total penjualan domain lokal mampu mencapai 300.000 domain. Selain itu PANDI juga memproyeksikan nilai penjualan domain lokal tahun ini mencapai Rp22,5 miliar dengan rata-rata harga Rp75.000 per domain.

Ketua Umum PANDI Andi Budimansyah dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa (2/4) menyebutkan selain untuk mendongkrak penjualan, domain desa.id juga diharapkan mampu mendukung pengembangan konten internet Indonesia hingga wilayah pedesaan. Domain ini dinilai dapat menjadi entitas yang mewakili keunikan desa dan konten di dalamnya.

"Kami berharap akan muncul konten-konten khas yang desa yang berbeda dengan konten yang ada saat ini. Konten sekarang didominasi dari perkotaan," kata Andi.

Penggunaan domain desa.id diusulkan oleh Gerakan Desa Membangun pada Diskusi Umum Terbuka Kelompok Kerja Usulan Domain Baru Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), pertengahan Februari silam. Saat itu, domain desa.id diusulkan karena dianggap tidak cocok apabila desa menggunakan domain or.id, sementara domain go.id hanya dapat digunakan hingga level pemerintah kabupaten.

Setelah disetujui dalam DUT, domain desaid dibawa ke Forum Nama Domain Indonesia. Domain tersebut pun disetujui oleh Forum Nama Domain Indonesia melalui dua kali rapat yakni pada 14 Februari dan 13 Maret. Sebelum dapat dijual oleh kedua belas registrar bulan depan, PANDI akan melakukan tahap pra registrasi pada 15 hingga 27 April.

"Melalui pra registrasi, kami akan menjamin semua desa memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftarkan nama domain sebelum diberlakukan prinsip pendaftar pertama," lanjut Andi.

Dihubungi terpisah, Ketua PANDI Bidang Sosialisasi Sigit Widodo memaparkan untuk memperluas penjualan, pihaknya akan melakukan sosialisasi masif kepada kementerian terkait, asosiasi, pemerintah kabupaten, serta pemerintah desa yang akan menjadi pengguna nama domain desa.id. Adapun domain baru ini akan dijual dengan harga Rp55.000.

Domain desa.id akan menambah daftar domain lokal yang dijual registrar. Sebelumnya, pada Agustus 2012, PANDI merilis dua domain yakni my.id dan biz.id. Saat ini, 12 registrar yang ditunjuk PANDI menjual delapan domain lokal yakni co.id, web.id, sch.id, or.id, my.id, biz.id, ac.id, dan net.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pandi domain desa.id
Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top