TikTok Dikabarkan Terjun ke Bisnis Agen Travel, Gandeng Traveloka - Tiket.com?

Leo Dwi Jatmiko
Senin, 15 Juli 2024 | 18:01 WIB
Warga mengakses aplikasi Tiktok di Jakarta, Rabu (13/12/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga mengakses aplikasi Tiktok di Jakarta, Rabu (13/12/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - TikTok, platform social-commerce asal China, dikabarkan tengah mengeksplorasi peluang bisnis di bidang jasa akomodasi penginapan, penerbangan hingga restoran untuk pasar Jakarta, Singapura dan Bangkok.  

South China Morning Post (SCMP) melaporkan bahwa TikTok telah membuka 30 lowongan terkait jasa untuk mengembangkan bisnis baru di kota-kota tersebut.

Jika rencana tersebut berjalan maka para pengguna TikTok berpeluang untuk membeli layanan akomodasi tanpa harus berpindah aplikasi.  

“TikTok berencana untuk terjun ke dunia kategori rekreasi yang memungkinkan pengguna membeli kupon penerbangan yang disediakan oleh pihak ketiga,” kata sumber anonim SCMP dikutip, Senin (15/7/2024).

Bisnis mencoba mengonfirmasi kabar tersebut kepada TikTok. Hingga berita ini diturunkan TikTok Indonesia  tak kunjung memberi tanggapan.  

Statista melaporkan bahwa pasar aplikasi tour dan travel Indonesia mencapai US$33 juta pada 2022. Pasar tersebut diramal meningkat menjadi US$533 juta pata 2027. 

Adapun saat ini dua pemain online travel agent besar Indonesia ada yaitu Traveloka dan Tiket.com

Pada 2022 Traveloka dikabarkan meraup pendapatan sebesar Rp3,46 triliun atau naik 75% year on year/YoY. Kerugian perusahaan dikabarkan sebesar Rp1,5 triliun, turun 29% dari 2021 yang sebesar Rp2,1 triliun. 

Sementara itu Tiket.com melaporkan selama periode Februari - Juli 2023 mengalami peningkatan pesanan tiket pesawat sebesar 22%, akomodasi 36% dan wisata 22%. Peningkatan tersebut sejalan dengan industri pariwisata yang membaik pascapandemi Covid-19.

Diketahui, ByteDance induk TikTok cukup agresif dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Pada Januari 2024, ByteDance mengakuisisi 75% saham Tokopedia milik GoTo senilai US$1,5 miliar. Langkah ini membuat TikTok dapat berjualan di Indonesia setelah sempat dilarang oleh Kementerian Perdagangan. 

Setelah akuisisi tersebut TikTok fokus dalam memberdayakan UMKM lokal dengan mendorong sejumlah program. 

Tidak hanya itu, TikTok juga berusaha untuk menjalankan bisnisnya secara efisien dengan melakukan reorganisasi atas 450 karyawan TikTok-Tokopedia pada Juni 2024. 

Pesan Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan kode keras kepada platform asal China, TikTok untuk mengucurkan investasi lebih besar ke Indonesia dibandingkan negara lain.

Erick menuturkan bahwa kucuran investasi yang jumbo itu mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Bahkan, Erick menyebut Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

“Saya berharap TikTok jangan menjadi stranger untuk Indonesia, karena potensi ekonomi,” kata Erick dalam acara TikTok Pos Aja! di Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Erick meminta agar TikTok harus berani menanamkan investasinya lebih besar di Tanah Air, seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia juga menguntungkan. Dia juga meminta agar TikTok tidak menjadi orang asing.

Berdasarkan data Statista, Indonesia merupakan negara dengan penonton TikTok terbesar pada April 2024. Angkanya hampir mencapai 127,5 juta pengguna.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper