Kemenkominfo Minta Masyarakat Waspada AI Deepfake, Digunakan untuk Pemeresan

Rika Anggraeni
Rabu, 24 April 2024 | 20:06 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan/doc.Microsoft
Ilustrasi kecerdasan buatan/doc.Microsoft
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengimbau agar masyarakat mewaspadai kejahatan siber seperti deepfake, seiring dengan adanya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan bahwa deepfake adalah media yang dimodifikasi secara sintetis untuk mengimitasi seseorang sebagai manusia nyata di dalam suatu perangkat.

“Sehingga menyebabkan kita untuk sulit mengetahui apakah video ini benar, atau ini adalah AI. Ini yang perlu kita pahami,” kata Semuel di Jakarta, Rabu (24/4/2024).

Semuel menuturkan bahwa deepfake menghadirkan ancaman dan kerugian bagi individu maupun bisnis. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat mengantisipasi kasus deeptalk.

Dari segi keamanan individu, Semuel menuturkan bahwa banyak terjadi kasus yang menggunakan deepfake untuk menyebarkan konten dari seseorang dan mengirimkan blackmail (pemerasan).

Meski demikian, Semuel mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya kerugian secara materil akibat deepfake.

“Tetapi tentunya kita tidak perlu menunggu sampai terjadi. Kita harus selalu waspada terhadap fenomena ini dan kita menyiapkan diri agar kita ready terhadap tantangan yang akan terjadi,” jelasnya.

Di samping itu, Semuel juga menyoroti pentingnya dukungan edukasi serta kesadaran untuk memperbaharui teknologi keamanan digital yang digunakan. Sebab, sambung dia, deepfake merupakan bentuk kejahatan siber baru dan masih terus berkembang.

“Maka para pelaku industri juga harus memperbaharui teknologi keamanan digital yang digunakan,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper