Akselerasi 5G Lambat, Menkominfo Sebut Permintaan Pasar Rendah

Rika Anggraeni
Selasa, 23 April 2024 | 14:54 WIB
Menkominfo Budi Arie Setiadi saat diwawancarai awak media/Bisnis.com-Rika Anggraeni
Menkominfo Budi Arie Setiadi saat diwawancarai awak media/Bisnis.com-Rika Anggraeni
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menilai penggunaan teknologi 5G di Indonesia belum optimal. Permintaan pasar mempengaruhi akselerasi teknologi baru ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa teknologi 5G masih berbasis pada demand pasar. Saat ini permintaan pasar masih tinggi untuk 4G.

“Jadi memang harus ada demand dan permintaan yang cukup untuk mendorong percepatan penggunaan 5G,” kata Budi saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/4/2024).

Menurut Budi, penggunaan jaringan 4G saat ini dinilai sudah cukup untuk sejumlah layanan seperti menonton YouTube. Artinya, sambung dia, untuk mendorong penggunaan teknologi 5G harus dibarengi dengan kasus pemanfaatan dan permintaan yang cukup.

Diketahui, saat ini terdapat 2 operator yang telah menjual layanan 5G yaitu Telkomsel dan Indosat.

Telkomsel mengoperasikan 654 BTS atau bertambah sekitar 374 BTS  pada 2023. Jumlah tersebut naik 133% dibandingkan dengan tahun 2022, yang saat itu berjumlah 280 BTS. 

Sementara itu, PT Indosat Tbk. (ISAT) sangat berhati-hati dalam menggelar 5G. Indosat memilih untuk tidak menambah BTS 5G sama sekali pada lalu. 

Pada 2023, jumlah BTS yang dioperasikan Indosat berjumlah 90 BTS. Jumlah tersebut sama seperti tahun 2022. 

Salah satu pertimbangan Indosat dalam menggelar 5G adalah kasus pemanfaatan yang minim di Tanah Air. 

Ericsson, perusahaan telekomunikasi dan jaringan multinasional yang bermarkas di Swedia, menilai pasar Indonesia 5G masih sangat potensial untuk berkembang. Pengembangan teknologi baru di Tanah Air masih tahap awal sehingga masih dapat dioptimalkan. 

Head of Ericsson Indonesia Krishna Patil mengatakan saat ini Ericsson telah berhasil menerapkan jaringan 5G di 152 lokasi langsung di 65 pasar di seluruh dunia. 

Di industri telekomunikasi Indonesia, Ericsson telah menjadi bagian integral sejak tahun 1907. Perusahaan berperan untuk membawa berbagai generasi konektivitas dan menjadi pelopor dalam mewujudkan evolusi dari 2G, 3G, 4G, hingga yang terkini 5G.

Ericsson, kata Krishna, berkomitmen untuk menciptakan tahap awal infrastruktur 5G di kawasan Asia Tenggara dan Indonesia serta fokus untuk mengembangkan ragam penawaran layanan bagi konsumen dan perusahaan. 

“Hal ini juga terjadi di pasar Indonesia di mana 5G masih ada dalam tahap awal. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari konektivitas 5G, sangat penting bagi pemerintah untuk menyediakan spektrum yang memadai,” kata Krishna kepada Bisnis, Rabu (31/1/2024).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper