AS Dikabarkan Gelontorkan Dana Jumbo Rp104,94 Triliun ke Samsung, Buat Apa?

Arlina Laras
Selasa, 9 April 2024 | 16:12 WIB
Bendera Amerika Serikat dan Korea Selatan./Istimewa
Bendera Amerika Serikat dan Korea Selatan./Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintahan Joe Biden bakal menggelontorkan dana sebesar US$6,6 miliar atau setara dengan Rp104,94 triliun (kurs Rp 15.899 per dolar AS) kepada Samsung pada pekan depan, untuk memperluas produksi cip di Taylor, Texas, Amerika Serikat.

Dilansir dari Reuters Selasa (9/4/2024), salah seorang sumber mengatakan subsidi yang akan diumumkan oleh Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo akan digunakan untuk pembangunan empat fasilitas di Taylor.

Pertama, untuk pabrik pembuatan cip senilai US$17 miliar atau Rp270 triliun yang diumumkan oleh Samsung pada 2021, kemudian untuk pabrik lainnya, lalu fasilitas pengemasan canggih, serta pusat penelitian dan pengembangan

Kesepakatan ini juga mencakup investasi di lokasi lain yang masih dirahasiakan. Selain itu, masih sebagai bagian dari kesepakatan, nantinya Samsung akan meningkatkan investasinya di AS menjadi lebih dari US$44 miliar atau Rp698,92 triliun lebih dari dua kali lipat dari jumlah investasi sebelumnya

Sayangnya, sejauh ini Departemen Perdagangan AS, Samsung, hingga Kantor Gubernur Texas Greg Abbot menolak berkomentar.

Sebagaimana diketahui, masih dalam sumber yang sama, subsidi ini akan menjadi program terbesar ketiga, tepat di belakang Taiwan Semiconductor Manufacturing Company Limited (TSMC)  yang pada hari Senin diberikan subsidi sebesar US$6,6 miliar dan setuju untuk memperluas investasinya sebesar US$25 miliar menjadi US$65 miliar dan menambahkan pabrik ketiga di Arizona pada 2030. 

Pengumuman ini akan menutup serangkaian hibah Chips and Science yang besar dalam waktu singkat karena Amerika Serikat berusaha untuk memperluas produksi cip dalam negeri dan mengalihkan modal yang mungkin telah digunakan untuk membangun pabrik di China dan wilayah tersebut.

Kongres pada 2022 menyetujui Undang-Undang Chips and Science untuk meningkatkan produksi semikonduktor dalam negeri dengan subsidi riset dan manufaktur sebesar US$52,7 miliar. 

Para legislator juga menyetujui otoritas pinjaman pemerintah sebesar US$75 miliar, tetapi salah satu sumber mengatakan bahwa Samsung tidak berencana untuk mengambil pinjaman terebut

Tujuan Undang-Undang CHIPS adalah untuk mengurangi ketergantungan pada China dan Taiwan, karena menurut Asosiasi Industri Semikonduktor, pangsa kapasitas manufaktur semikonduktor global di AS telah turun dari 37% pada tahun 1990 menjadi 12% pada tahun 2020. 

Lebih lanjut, masih merujuk pada sumber yang sama, meski Gubernur Republik Texas Greg Abbot telah diundang menghadiri acara tersebut, akan tetapi dilaporkan bahwa Presiden AS Joe Biden tidak akan menghadiri acara tersebut. 

Pasalnya, Biden sedang menghadapi persaingan yang sengit untuk memenangkan masa jabatan kedua pada bulan November melawan mantan Presiden dan rival dari Partai Republik, Donald Trump. 

Sementara itu, TSMC dan Intel sendiri akan memperluas produksi mereka di negara bagian Arizona. Adapun, ekspansi Samsung di Texas sendiri dianggap tidak memberikan pengaruh besar pada Biden terhadap hasil pemilihan presiden. Hal ini lantaran, kawasan tersebut cenderung mendukung Partai Republik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Arlina Laras
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper