Pasar Video Game Rp4.401 Triliun, Agate Andalkan Jaringan Global Kejar Cuan

Crysania Suhartanto
Rabu, 17 Januari 2024 | 06:00 WIB
Shieny Aprilia, Co-Founder and CEO Agate, Cipto Adiguno, Chief Strategy Officer Agate dan Ar Cahyadi Indra, Head of Vertx Break powered by Agate pada saat sesi talk show di acara Media Trip and Briefing: Agate Media Outlook 2024/dok. Agate
Shieny Aprilia, Co-Founder and CEO Agate, Cipto Adiguno, Chief Strategy Officer Agate dan Ar Cahyadi Indra, Head of Vertx Break powered by Agate pada saat sesi talk show di acara Media Trip and Briefing: Agate Media Outlook 2024/dok. Agate
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) Agate, mengandalkan jaringan global guna mengejar potensi besar pasar video game global yang diramal tembus US$282,30 miliar atau Rp4.401 triliun (kurs: Rp15.590), meningkat 13% year on year (YoY). 

Berdasarkan data dari Statista, memasuki tahun 2024, pasar video game global juga diproyeksikan menghasilkan volume pasar sebesar US$363,2 miliar pada tahun 2027.

Co-founder dan CEO Agate Shieny Aprilia melihat adanya potensi industri game yang besar di Indonesia dan global, sehingga Agate terus berupaya menjadi katalisator industri game di Indonesia.

“Dengan banyaknya kemitraan global yang sudah kami bangun, kami yakin dapat terus membawa industri game Indonesia meraih kesuksesan di panggung dunia,” ujar Shieny, dikutip Selasa (16/1/2024).

Oleh karena itu, Shieny memprediksi akan ada beberapa aspek game baru yang akan tumbuh di 2024, mulai dari franchise game, konsol baru, hingga penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Alhasil, kata Shieny, Agate tahun ini lebih berfokus pada model bisnis B2B2C (Business-to-Business-to-Consumer) untuk memperkuat ekspansi global.

Strategi pertama yang akan dilakukan adalah mengembangkan tim perwakilan di wilayah benua Amerika. Sebagai informasi, saat ini Agate memiliki 4 perwakilan yaitu di Kanada, Jerman, Korea Selatan, dan Jepang.

Kemudian, Shieny mengatakan Agate akan memanfaatkan akses jaringan globalnya untuk memperkuat ekosistem game di Indonesia, serta terus meningkatkan keahliannya melalui inisiatif proyek Research and Development (R&D).

Lalu, Agate berkomitmen mengembangkan keahlian para talent lokal serta kualitas kepemimpinannya untuk mendorong percepatan pertumbuhan industri game di tanah air melalui Agate Academy.

Terakhir, Agate juga tengah memperkenalkan sub-brand barunya, Vertx Break powered by Agate, yang berfokus pada 3D Stylized Art berkualitas tinggi dan game-ready dengan target utama game developer skala AA di pasar industri game Eropa.

Chief Strategy Officer Agate Cipto Adiguno mengatakan Agate melihat tahun ini sebagai rebound bagi industri game, sehingga mampu membawa peluang luar biasa untuk memperkuat perusahaan sebagai global game development partner.

Oleh karena itu, kehadiran Vertx Break diharapkan dapat membuat bisnis Agate terdiversifikasi sehingga dapat menjadi kekuatan baru perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper