Siasat Telkomsel dan Indosat Pacu Pertumbuhan di Tengah Tarif Murah

Rahmad Fauzan
Kamis, 30 November 2023 | 21:17 WIB
Ilustrasi perangkat Telkomsel dan Indosat./Bloomberg
Ilustrasi perangkat Telkomsel dan Indosat./Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) menyiapkan langkah strategis khusus demi menjaga pertumbuhan di tengah harga internet di Tanah Air yang makin murah.

Menurut situs pembanding harga internet, Cable, harga internet RI saat ini ada di peringkat 17 paling murah di dunia. 

VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel Saki H. Bramono menjelaskan beberapa strategi yang disiapkan perusahaan.

Pertama, memperkuat kapabilitas core broadband dengan memperluas portofolio beragam layanan digital untuk menangkap peluang baru dan mengamankan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. 

"Melalui inisiatif layanan dan platform digital baru dengan perencanaan yang strategis," kata Saki lewat keterangan resmi dikutip Bisnis.com pada Kamis (30/11/2023).

Kedua, perluasan cakupan dan optimalisasi jaringan guna memperkuat kepemimpinan serta mendukung pertumbuhan pengalaman konektivitas digital pelanggan dengan melakukan investasi yang berkelanjutan yang terukur dan bertahap.

Ketiga, mengelola pasar di industri telekomunikasi dan digital untuk memperkuat perilaku pelanggan yang terus berubah dengan menyesuaikan skema pentarifan yang ideal serta memastikan untuk tetap menjaga relevansi dinamika pasar dan industri yang sehat.

Keempat, mendorong personalisasi, segmentasi, dan diferensiasi produk dan layanan untuk mengoptimalisasikan nilai tambah bagi pelanggan.

Kelima, mendorong pemanfaatan layanan Fixed Mobile Convergence (FMC) untuk menciptakan dampak berkelanjutan dengan kapabilitas broadband yang andal untuk mempercepat inklusi digital dan ekonomi.

Sementara itu Indosat mempertimbangkan faktor perkembangan teknologi hingga investasi dalam merumuskan tarif layanan internet ke masyarakat.

Menurut SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang, internet yang menjadi bagian penting dari kebutuhan masyarakat, secara tidak langsung menciptakan harga yang kompetitif.

Namun, dalam menentukan tarif Indosat terus memperhatikan beberapa hal, salah satunya keberlangsungan investasi. 

Dia mengatakan pertimbangan keberlangsungan investasi sangat penting agar perusahaan dapat terus memperluas akses dan jangkauan ke masyarakat hingga ke pelosok Tanah Air.

Indosat, lanjutnya, juga akan terus mendorong kolaborasi antar pelaku industri dan regulator untuk menciptakan kondisi pasar yang sehat. Kondisi ini yang akan memberikan dampak positif bagi pelanggan berupa layanan internet. 

Diberitakan sebelumnya, Cable, situs pembanding harga internet, televisi dan telepon asal Inggris, melaporkan bahwa harga rata-rata internet per gigabyte (GB) Indonesia mencapai US$0,28 atau sekitar Rp4.349 (kurs:Rp15.694). Dengan nilai tersebut Indonesia berada di posisi ke-17 sebagai negara dengan harga rerata per GB termurah di dunia.

Adapun jika dibandingkan dengan kuartal II/2022, menurut laporan Cable, harga rerata internet Indonesia makin murah. Pada 6 bulan pertama 2022, harga internet Indonesia per GB sebesar US$0,46 atau Rp7.219. Cable sendiri melakukan pengukuran terhadp 237 negara di seluruh dunia.

Sementara itu jika diukur per kawasan Asia, Indonesia menempati urutan ke-7 untuk harga internet per GB termurah. Indonesia kalah dari Kamboja (US$0,12), Pakistan (US$0,12) dan India (US$0,16) untuk urusan harga internet termurah.

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper