TikTok Berjodoh dengan GOTO, Berpotensi Ciptakan Monopoli?

Crysania Suhartanto
Senin, 27 November 2023 | 20:07 WIB
Seorang pengemudi pengiriman Gojek mengambil pesanan PT Tokopedia di pusat pemenuhan di Jakarta, Indonesia, pada Senin, 12 Desember 2022. - Bloomberg/Dimas Ardian
Seorang pengemudi pengiriman Gojek mengambil pesanan PT Tokopedia di pusat pemenuhan di Jakarta, Indonesia, pada Senin, 12 Desember 2022. - Bloomberg/Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Center of Economy and Law Studies (Celios) mengatakan potensi kerja sama antara TikTok dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) tidak akan menimbulkan praktik monopoli pada sektor e-commerce.

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda mengatakan pangsa pasar dari Tokopedia dinilai masih sama dengan Shopee. 

“Kehadiran TikTok akan menjadi senjata Tokopedia untuk melawan live shopping-nya Shopee,” ujar Huda kepada Bisnis, Senin (27/11/2023).

Sebaliknya, menurut Huda, jika Tokopedia dan Shopee yang bergabung, baru dapat dikatakan monopoli.

Adapun menurut Undang-Undang No.5/1999 Pasal 17 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, monopoli yang dimaksud adalah ketika adanya pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang menguasai penjualan sebuah barang sehingga menimbulkan persaingan yang tidak sehat. 

Namun, Huda mengakui potensi kerja sama antara TikTok dengan GOTO dinilai akan membuat kedua perusahaan semakin kuat. 

Alhasil, e-commerce Lazada, Blibli, dan Bukalapak berpotensi tergerus. Sementara Shopee, menurut Huda, masih dapat terus berkembang. 

“Shopee saya rasa masih bisa bersaing mengingat dia memiliki fitur yang serupa dengan TikTok,” ujar Huda.

Sejauh ini, terdapat kabar bahwa Tiktok berencana menanamkan investasi pada unit bisnis GOTO dan akan membuat usaha patungan. 

Dikutip dari Bloomberg, kesepakatan ini akan diselesaikan dalam beberapa minggu mendatang. Aksi ini diperkirakan menjadi salah satu strategi TikTok untuk memulai kembali bisnis e-commerce di Indonesia.

“Diskusi tersebut juga melibatkan kedua perusahaan untuk bersama-sama membangun platform e-commerce baru,” dikutip dari Bloomberg.

Editor : Kahfi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper