Softbank Digugat Karena Sabotase dan Jadikan Founder Startup Sebagai Kambing Hitam

Crysania Suhartanto
Jumat, 17 November 2023 | 15:12 WIB
Pejalan kaki melewati gerai SoftBank Corp. di Tokyo, Jepang, Jumat (7/8/2020)./Bloomberg-Toru Hanai
Pejalan kaki melewati gerai SoftBank Corp. di Tokyo, Jepang, Jumat (7/8/2020)./Bloomberg-Toru Hanai
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Founder startup media sosial In Real Life (IRL) Abraham Shafi dan Genrikh Khachatryan menuntut perusahaan investasi global Softbank karena diduga telah menyabotase perusahaan dan menjadikan dirinya sebagai kambing hitam untuk menutup IRL. 

Shafi mengatakan Softbank sudah berbohong tentang alasan penutupan situs tersebut, karena bukti yang ditemukan perusahaan konsultan dinilai berbeda dengan bukti yang diajukan di pengadilan.

Selain itu, Shafi juga beranggapan direksi Softbank telah menjadikan dirinya sebagai kambing hitam untuk menutup perusahaan guna mengembalikan modal sebesar US$40 juta atau sekitar Rp620 miliar kepada para pemegang saham. 

Kemudian, penutupan ini juga dilakukan untuk menjaga nama perusahaan di komunitas modal ventura. “Mereka membutuhkan kambing hitam, dengan buruk,” ujar Shafi, dikutip dari Bloomberg, Jumat (17/11/2023).

Gugatan para founder IRL ini secara khusus menyebutkan nama Chi-Hua Chien dari Goodwater Capital, Serena Dayal dari Softbank, dan Mike Maple dari Floodgate.

Namun, ketika masing-masing mereka dikonfirmasi oleh Bloomberg, tidak ada satupun yang menjawab. 

Pengacara dari Shafi, Stephen Shackelford mengatakan tindakan yang dilakukan oleh Softbank ini merupakan mimpi terburuk bagi setiap pendiri. 

“Alih-alih mendukung IRL melalui masa-masa sulit, para tergugat malah menghancurkan perusahaan dan reputasi para pendiri dan karyawan yang telah mengabdikan waktu bertahun-tahun untuk membangunnya,” ujar Stephen dikutip dari TechCrunch.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya ada penyelidikan yang menemukan sekitar 95% dari sekitar 20 juta pengguna media sosial IRL adalah robot. 

Selain itu, dikutip dari TechCrunch, dalam laporan yang sama ditemukan banyaknya pengguna dengan perilaku yang mencurigakan, termasuk adanya jutaan grup yang hanya berisi satu orang dan beberapa akun dengan nama yang sama. 

“Berdasarkan hal ini serta bukti penyelewengan dana perusahaan yang dilakukan Shafi dan campur tangan berulang kali dalam penyelidikan, dewan setelah melakukan peninjauan selama berbulan-bulan menyimpulkan bahwa prospek masa depan perusahaan tidak berkelanjutan,” ujar laporan yang disebut berasal dari perusahaan konsultan pada kala itu. 

Softbank selaku perusahaan yang berinvestasi di IRL pun langsung memecat Shafi sebagai CEO dan beberapa bulan kemudian menutup platform media sosial IRL.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper