Elon Musk Full Senyum, Bisnis Satelit LEO SpaceX Kuasai 64,33% Pasar Global

Crysania Suhartanto
Senin, 13 November 2023 | 11:30 WIB
Sebuah roket SpaceX Falcon 9 yang membawa batch ke-19 dari sekitar 60 satelit Starlink diluncurkan dari pad 40 di Cape Canaveral Space Force Station. Reuters
Sebuah roket SpaceX Falcon 9 yang membawa batch ke-19 dari sekitar 60 satelit Starlink diluncurkan dari pad 40 di Cape Canaveral Space Force Station. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis satelit orbit Bumi rendah (low earth orbit/LEO) SpaceX milik Elon Musk cukup laris di mata dunia, seiring dengan makin tumbuhnya permintaan global terhadap akses konektivitas internet berbasis Starlink. 

Menurut laporan dari Mordor Intelligence, SpaceX melalui satelit LEO, Starlink sudah menguasai 64,33% pasar satelit LEO global. 

Selain itu, Starlink juga sudah hadir di 53 negara dan memproduksi sekitar 120 satelit setiap bulannya. 

Adapun versi terbaru satelit Starlink memiliki berat 260 kilogram dengan ukuran yang hampir sama dengan meja. Dikutip dari Space, Elon Musk pun berambisi menempatkan sekitar 4.000 satelit di LEO.

Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) telah memberikan izin pada SpaceX untuk menerbangkan 12.000 satelit Starlink. Selain itu, Starlink juga telah mengajukan dokumen ke regulator internasional untuk menerbangkan hingga 30.000 pesawat luar angkasa tambahan.

Produksi yang cukup besar ini dikarenakan internet Starlink bekerja dengan mengirimkan informasi melalui ruang hampa, yang bergerak 47% lebih cepat daripada kabel serat optik.

Elon Musk Full Senyum, Bisnis Satelit LEO SpaceX Kuasai 64,33% Pasar Global

Namun, perlu diakui karena internet satelit mengorbit di ketinggian 35.786 km di atas permukaan laut, hal ini menyebabkan latensi yang dihasilkan masih lebih besar daripada kabel fiber optik.

“Pengguna dapat mengharapkan kecepatan pengunduhan antara 100 Mbps dan 200 Mbps, serta latensi serendah 20ms di sebagian lokasi,” tulis Starlink dalam laman resminya. 

Kendati demikian, karena tidak terbatas dengan kabel, Starlink dapat diakses di mana saja, termasuk lautan ataupun tempat-tempat lainnya yang sulit dijangkau oleh kabel serat optik.

Diketahui, saat ini ada lebih dari 4500 satelit yang sudah meluncur di udara. 

Adapun sekitar 65 satelit di antaranya memiliki massa lebih dari 1000 kg. Sementara untuk satelit ukuran sedang 500-1000 kg ada sekitar 250 satelit, dan sekitar 4000 satelit sisanya merupakan satelit kecil dengan berat kurang dari 500 kg.

Lebih lanjut, survei Mordor Intelligence menemukan para pengembang lebih menyukai satelit kecil dikarenakan perangkat menggunakan teknologi terbaru yang bisa terbang dengan daya yang tidak terlalu besar, padahal kapasitasnya tinggi dan sudah banyak digunakan di industri.

Kemudian, berdasarkan laporan yang sama, bahan bakar dari satelit terdiri atas cairan, listrik, dan gas. Namun, memang yang paling banyak diminati adalah bahan bakar cairan.

Hal ini dikarenakan carian merupakan bahan bakar yang efisien, dapat dikontrol, memiliki masa hidup yang lama. Bahan bakar cairan juga dapat digunakna untuk satelit di area GEO, polar orbit, dan orbit matahari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper