Google Kembangkan Teknologi AI untuk Bantu Jurnalis

Lydia Tesaloni Mangunsong
Jumat, 21 Juli 2023 | 17:40 WIB
Logo Google./Bloomberg-Ore Huiying
Logo Google./Bloomberg-Ore Huiying
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Google dikabarkan tengah mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang mampu membantu jurnalis dalam tugas membuat berita.

Sejumlah media besar seperti New York Times, Washington Post dan perusahaan induk The Wall Street Journal, News Corp disebut hadir dalam diskusi terkait AI tersebut.

Melansir Reuters, Jumat (21/7/2023), AI yang dikembangkan Google ini dapat membantu jurnalis memilih judul dan headline, serta menyusun gaya penulisan yang bervariatif.

Google yakin, alat ini nantinya akan meningkatkan pekerjaan dan produktivitas jurnalis. Jurnalis dikatakan dapat memanfaatkan alat ini dalam tahap awal eksplorasi ide. Oleh pekerja internal, alat ini diidentifikasi dengan nama Genesis.

“Sederhananya, alat-alat ini tidak dimaksudkan dan memang tidak dapat menggantikan peran penting jurnalis dalam melaporkan, menyusun, dan memeriksa fakta artikel mereka,” kata juru bicara Google pada Rabu (19/7/2023).

Namun sejumlah eksekutif media yang tidak berkenan dibuka identitasnya, yang hadir dalam diskusi tersebut, melihat promosi yang dilakukan Google memberikan gambaran yang meresahkan.

Seorang profesor jurnalisme di City University of New York, Jeff Jarvis, melihat alat dari Google ini memiliki potensi ke dua arah.

“Jika teknologi ini dapat menyampaikan informasi faktual dengan baik, jurnalis harus menggunakannya. Sebaliknya, jika jurnalis dan organisasi berita menyalahgunakan alat untuk topik yang membutuhkan nuansa dan pemahaman budaya, maka dapat merusak kredibilitas tidak hanya alatnya, tetapi juga organisasi berita yang menggunakannya,” kata Jarvis melansir dari Washington Post, Jumat (21/7/2023).

Media-media yang hadir dalam diskusi tersebut tidak segera menanggapi berita ini. Namun, juru bicara News Corp mengatakan perusahaannya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Google dan menghargai komitmen sang CEO Sundar Pichai untuk jurnalisme.

Kabar perancangan AI untuk jurnalis oleh Google ini muncul tak lama setelah Associated Press, sebuah kantor berita nirlaba AS menyatakan diri akan bermitra dengan OpenAI, pemilik ChatGPT.

AP dikabarkan akan membersamai OpenAI mengeksplorasi penggunaan AI generatif dalam berita, sebuah kesepakatan yang dapat menjadi preseden untuk kemitraan serupa antar industri.

Penggunaan AI generatif untuk menyusun konten sudah banyak dilakukan, tetapi media berita tidak segera mengadopsi teknologi ini. Pasalnya, ada kekhawatiran teknologi ini memiliki kecenderungannya untuk menghasilkan informasi yang salah secara faktual, serta tantangan dalam membedakan antara konten yang diproduksi oleh manusia dan program komputer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper