Satelit Satria Meluncur 19 Juni, PSN: Infrastruktur Bumi Sudah Siap

Rio Sandy Pradana
Rabu, 14 Juni 2023 | 19:07 WIB
Satelit Republik Indonesia (Satria)./ Dok.  PT PSN
Satelit Republik Indonesia (Satria)./ Dok. PT PSN
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) memastikan infrastruktur ruas bumi (ground segment) sudah siap beroperasi menjelang peluncuran Satelit Nusantara Tiga atau Satelit Republik Indonesia (Satria) pada 19 Juni 2023.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan satelit yang memiliki kapasitas 150 Gbps ini akan diluncurkan dengan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

"Kesiapan infrastruktur ground segment merupakan elemen penting dalam mendukung kesuksesan peluncuran Satria," katanya dalam siaran pers, Rabu (14/6/2023).

Dia menjelaskan infrastruktur ground segment seperti pusat kontrol utama (Primary Satellite Center) dan pusat jaringan (Network Operation Center) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, serta stasiun kontrol cadangan yang berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sudah dalam kondisi 100 persen.

Jaringan komunikasi dan pendukung lainnya juga siap mendukung peluncuran Satelit Satria, sehingga tidak ada elemen yang berpotensi menyebabkan penundaan.

Dalam proyek Satelit Satria, PSN menyiapkan 11 stasiun bumi (gateway). Selain di Cikarang dan Banjarmasin, stasiun bumi lainnya berada di Batam, Pontianak, Tarakan, Manado, Kupang, Ambon, Manokwari, Timika, dan Jayapura.

Adapun, PSN menjalin kerja sama dengan The North West China Research Institute of Electronic Equipment (NWIEE) untuk membangun antena yang digunakan pada 11 stasiun bumi tersebut.

PSN berkolaborasi dengan Kratos Defense dan Hughes Network Systems (HNS). Kratos Defense menyiapkan perangkat Carriers Spectrum Monitoring (CSM) Satelit Satria serta Monitoring & Control (M&C) untuk memonitor serta mengontrol perangat radio frequency di 11 stasiun bumi.

“Peluncuran Satelit Satria akan menjadi pencapaian yang luar biasa bagi Indonesia karena ini merupakan satelit multifungsi terbesar di Asia dan nomor lima di dunia,” ujarnya.

Satelit Satria diproduksi oleh perusahaan manufaktur antariksa Prancis, Thales Alenia Space (TAS). Proses produksi satelit berlangsung dari September 2020 hingga Mei 2023.

Setelah diproduksi, satelit berbobot 4,6 ton dengan tinggi 6,5 meter ini dikirim melalui moda transportasi laut selama 17 hari dari Cannes, Prancis bagian Selatan, menuju Cape Canaveral. Saat ini, satelit telah berada di Payload Processing Facility SpaceX.

Menjelang peluncuran, Adi mengatakan Satelit Satria telah melalui berbagai tahapan persiapan mulai dari pengecekan kondisi satelit setelah tiba dari Prancis hingga pemasangan rocket adapter dan fairing (penutup satelit) pada roket Falcon 9.

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper