Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Muluskan Ekspansi ke Australia, Privy Bermitra dengan Katalis

Pemimpin pasar Digital Trust di Indonesia Privy memantapkan langkah ekspansi bisnis ke Australia.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 17 Januari 2023  |  16:52 WIB
Muluskan Ekspansi ke Australia, Privy Bermitra dengan Katalis
Foto: Co/Founder & CTO Privy, Guritno Adi Saputra (kanan) bersama Founder & CEO Privy, Marshall Pribadi (tengah) dan CIO & CFO Privy, Krishna Chandra (kiri).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mengawali tahun 2023, pemimpin pasar Digital Trust di Indonesia Privy memantapkan langkah ekspansi bisnis ke Australia. Sebagai pasar penting dalam strategi global perusahaan, Australia merupakan tempat pengujian bagi Privy untuk menggali penerapan solusi identitas digital dan tanda tangan digitalnya dalam konteks negara maju.

Rencana ekspansi Privy ke Australia mendapat dorongan signifikan melalui kemitraannya dengan Katalis, sebuah program pengembangan bisnis yang didukung pemerintah Indonesia-Australia, dalam bentuk strategi memasuki pasar. Privy mengalokasikan AUD 5 juta dolar untuk mendirikan kantor dan memulai operasi di Australia.

CEO Privy Marshall Pribadi mengatakan, “Kami senang dan menyambut baik dukungan Katalis, yang akan memberikan wawasan berharga tentang pasar Australia dan jaringannya. Kami tentunya optimis bahwa teknologi Privy cocok untuk bisnis Australia yang ingin mengurangi waktu dan biaya transaksi secara signifikan dan pada saat yang sama meningkatkan  privasi dan keamanan bagi konsumen.

Melalui dukungan kepada perusahaan teknologi Indonesia untuk berinvestasi di Australia, Katalis mewujudkan integrasi pasar yang lebih baik antara kedua negara demi kemitraan ekonomi baru yang inklusif, sebagaimana diamanatkan oleh Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia.

Foto: Co-Founder & CTO Privy, Guritno Adi Saputra (kanan) bersama Founder & CEO Privy, Marshall Pribadi (tengah) dan CIO & CFO Privy, Krishna Chandra (kiri).

Direktur Katalis Paul Bartlett, mengatakan, “Ekspansi Privy ke pasar Australia membawa keuntungan bersama bagi Australia dan Indonesia. Di pihak Australia, pengenalan layanan identitas dan tanda tangan digital akan meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi online dan sistem manajemen dokumen.

Ekspansi Privy juga pertanda baik tidak hanya bagi perkembangan perusahaan, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan tentang adanya peluang kemitraan, perlindungan, dan akses pasar sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia.”

Berbasis di Jakarta dan didukung oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia, Katalis, juga dikenal sebagai Program Kerjasama Ekonomi Indonesia-Australia CEPA, dimandatkan untuk membuka potensi besar kemitraan ekonomi antara kedua negara.

Berdiri sejak tahun 2016, Privy menawarkan berbagai macam produk yang memungkinkan solusi end- to-end perusahaan yang telah terbukti mengubah dan merevolusi bisnis di Indonesia. Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini merupakan institusi non-pemerintah pertama yang mendapat izin sebagai PSrE (Certificate Authority (CA)) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia dan telah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan. Privy melayani lebih dari 30 juta pengguna terverifikasi dan 2.800 konsumen perusahaan, serta setiap tahunnya memproses lebih dari 40 juta tanda tangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi digital kemkominfo OJK
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top