Naik! Cek Biaya Admin dan Bebas Ongkir Tokopedia per Januari 2023

Khadijah Shahnaz Fitra
Senin, 2 Januari 2023 | 10:42 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tokopedia, platform e-commerce dari PT Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), telah resmi menaikkan biaya admin untuk layanan untuk kategori produk terjual dan bebas ongkir mulai hari ini, 2 Januari 2023.

Dilansir dari laman resminya, Senin (2/1/2023), Tokopedia menuturkan penaikan biaya admin ini akan dihitung berdasarkan kategori dari masing-masing produk terjual, serta penyesuaian biaya layanan pada fitur Bebas Ongkir bagi penjual dengan keanggotaan regular merchant, power merchant, dan power merchant PRO.

Daftar Biaya Admin dan Bebas Ongkir Layanan Tokopedia per 2 Januari 2023:

Kategori Grup 1

Biaya layanan per produk terjual untuk jenis Power Merchant PRO & Power Merchant 4,5 persen dan Regular Merchant (setelah transaksi ke-100) 3,8 persen.

Kategori Grup 1 meliputi: Buku, Dapur, Elektronik, Fashion Anak & Bayi, Fashion Muslim, Fashion Pria, Fashion Wanita, Handphone & Tablet, Ibu & Bayi, Kamera, Kecantikan, Mainan & Hobi, Makanan & Minuman, Office & Stationery, Olahraga, Otomotif, Perawatan Tubuh, Perlengkapan Pesta & Craft, Pertukangan, Produk Lainnya, Rumah Tangga, Tour & Travel, dan Wedding.

Kategori Grup 2

Biaya layanan per produk terjual untuk jenis Power Merchant PRO & Power Merchant 3,8 persen dan Regular Merchant (setelah transaksi ke-100) 3 persen.

Kategori Grup 2 meliputi: Dapur, Elektronik, Film & Musik, Gaming, Ibu & Bayi, Kamera, Kesehatan, Komputer & Laptop, Mainan & Hobi, Makanan & Minuman, Office & Stationery, Otomotif, Perawatan Hewan, Perlengkapan Pesta & Craft, dan Pertukangan.

Kategori Grup 3

Biaya layanan per produk terjual untuk jenis Power Merchant PRO & Power Merchant 3,1 persen dan Regular Merchant (setelah transaksi ke-100) 2,6 persen.

Kategori Grup 3 meliputi: Dapur, Elektronik, Fashion Anak & Bayi, Fashion Wanita, Gaming, Handphone & Tablet, Ibu & Bayi, Kamera, Kecantikan, Komputer & Laptop, Logam Mulia, Makanan & Minuman, Olahraga, Otomotif, Pertukangan, dan Properti.

Kategori Grup 4

Biaya layanan per produk terjual untuk jenis Power Merchant PRO & Power Merchant 1,8 persen dan Regular Merchant (setelah transaksi ke-100) 1,6 persen . Kategori Grup 4 meliputi: Handphone & Tablet

Kategori Grup 5

Biaya layanan per produk terjual untuk jenis Power Merchant PRO & Power Merchant 2 persen dan Regular Merchant (setelah transaksi ke-100) 1 persen . Kategori Grup 5 meliputi: Otomotif.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Selasa (13/12/2022), Head of External Communications Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan, bagi penjual dengan keanggotaan regular merchant yang baru mulai berjualan dapat memanfaatkan platform Tokopedia tanpa biaya dan komisi.

"Potongan biaya layanan mulai dari 1 persen dan hanya akan diberlakukan untuk setiap produk terjual berdasarkan kategori produk yang telah ditetapkan oleh Tokopedia dan hanya akan dikenakan setelah 100 transaksi berhasil pertama," jelas Ekhel.

Dia menjelaskan untuk penjual dengan keanggotaan power merchant dan power merchant PRO bisa merasakan berbagai manfaat mulai dari badge power merchant.

Tokopedia menilai dengan adanya badge ini akan meningkatkan kepercayaan pengguna, akses terhadap fitur yang dapat meningkatkan kunjungan toko, serta akses ke berbagai eksklusif kampanye.

"Pemotongan biaya layanan kini disesuaikan menjadi mulai dari 1,8 persen dan hanya diberlakukan untuk setiap produk terjual berdasarkan kategori produk yang telah ditetapkan Tokopedia," jelasnya.

Sementara itu, biaya layanan baru dari fitur Bebas Ongkir yang akan ditanggung oleh penjual dengan keanggotaan regular merchant, power merchant, dan power merchant PRO disesuaikan menjadi 4 persen dengan maksimum Rp10.000 untuk setiap produk terjual.

Bebas Ongkir di sisi lain merupakan salah satu upaya Tokopedia dalam memberikan pilihan bagi para penjual, termasuk UMKM, yang dapat meningkatkan produktivitas penjualan dengan menawarkan promosi berupa potongan biaya pengiriman kepada pembeli.

"Banyak keuntungan yang bisa dirasakan para penjual melalui fitur Bebas Ongkir," tutur Ekhel

Tokopedia pun mengeklaim, Bebas Ongkir berpotensi meningkatkan penjualan hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan penjual lainnya yang belum mengaktifkan fitur ini.

Selain itu, produk dan toko penjual akan memiliki logo Bebas Ongkir yang dapat menarik perhatian pembeli dan membuka kesempatan bagi penjual untuk mengikuti berbagai kampanye eksklusif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper