Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Berca Tutup Layanan Internet Hinet Mulai Besok 16 November 2022 

Dengan pemberhentian layanan tersebut maka jaringan 4G LTE hinet tidak akan lagi tersedia di delapan wilayah layanan mereka.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 November 2022  |  08:19 WIB
Berca Tutup Layanan Internet Hinet Mulai Besok 16 November 2022 
Tangkapan layar pengumuman Hinet berhenti beroperasi mulai tanggal 16 November melalui situs hinet.co.id - Bisnis/Muhammad Khadafi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Berca Hardayaperkasa mengumumkan penghentian layanan internet bergerak miliknya, Hinet, pada 16 November 2022. Pengumuman pemberhentian layanan tersebut diumumkan Berca di website resmi Hinet https://www.Hinet.co.id.

Dengan pemberhentian layanan tersebut maka jaringan 4G LTE Hinet tidak akan lagi tersedia di delapan wilayah layanan mereka yang meliputi Denpasar, Makassar, Pekanbaru, Batam, Medan, Palembang, Pontianak dan Balikpapan. 

Dilansir dari laman resminya, Hinet mengadopsi teknologi 4G LTE versi Time Division Duplex (TDD) di frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHz, yang dapat memberikan kecepatan di atas 125 Mbps. Selain Berca, Operator lain yang memiliki frekuensi di pita 2,3 GHz adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN). 

Lisensi frekuensi 2,3 GHz  yang dimiliki Berca tidak berlaku secara nasional. Berca menguasai 8 dari 15 zona di pita 2,3 GHz. Berca juga memiliki 15 MHz di Sumatra bagian utara dan Kepulauan Riau (Kepri) dan pita frekuensi sebesar 30 MHz di Sumatra bagian tengah, Sumatra bagian selatan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Kalimantan bagian barat, dan Kalimantan bagian timur. 

Pada Oktober 2021, Direktur Utama Berca Bintoro Yuwono sempat menyampaikan bahwa perusahaan membuka peluang untuk bekerja sama dalam pemanfaatan spektrum frekuensi di pita 2,3 GHz. Kerja sama spektrum dapat membuat industri telekomunikasi makin sehat dan lebih optimal dalam pemanfaatan spektrum.

Dia  menjelaskan bahwa peluang kerja sama terbuka dengan adanya UU Cipta Kerja. "Dengan adanya undang-undang Cipta Kerja, memungkinkan fleksibilitas kerja sama dari para operator,” kata Bintoro.

Adapun Undang-undang no.11/2020 tentang Cipta Kerja juga memungkinkan kerja sama spektrum frekuensi antara dua operator seluler. Hal ini membuka peluang Berca untuk menggabungkan frekuensi yang dimiliki dengan Telkomsel penghuni pita 2.300-2.330 MHz atau Smartfren yang menempati 2.330-2.360 MHz.  

Bintoro juga menyampaikan saat itu sudah berdiskusi dengan beberapa operator. Namun, belum sempat kerja sama terjalin, Berca menutup layanan seluler miliknya. 

Sekadar informasi, melalui layanan internet cepat 4G LTE Hinet, Berca mengeklaim berpotensi  sekitar 100 juta penduduk Indonesia di 8 wilayah. Harga kuota data Hinet beragam mulai dari Rp55.000 untuk paket unlimited dengan masa aktif 30 hari hingga Rp1,25 juta untuk paket dengan kuota sebesar 880 GB. 

Mereka juga memiliki produk bundling dengan home router dengan harga bervariasi mulai dari Rp475.000 sampai dengan Rp750.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

berca internet 4g telekomunikasi
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top