Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asteroid Raksasa 'Pembunuh Planet', Bersiap Mendekati Bumi

Sebuah asteroid berbahaya berukuran raksasa ditemukan dan menurut astronom sedang berjalan menuju bumi.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 November 2022  |  12:54 WIB
Asteroid Raksasa 'Pembunuh Planet', Bersiap Mendekati Bumi
Batuan luar angkasa asteroid
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah asteroid raksasa yang dijuluki "pembunuh planet" sedang menuju ke arah bumi.

Dengan ukurannya yang berdiameter 1 hingga 2 km itu, astronom mengatakan batuan luar angkasa bernama 2022 AP7 bakal melintasi orbit kita, tetapi 'tidak memiliki peluang' untuk menabrak Bumi.

Menulis di Astronomical Journal, penulis utama studi Scott Sheppard dan rekan-rekannya di Carnegie Institution for Science di Washington mengatakan mereka telah menemukan tiga asteroid “agak besar”, salah satunya 2022 AP7, melintasi orbit Bumi, menjadikannya asteroid yang berpotensi berbahaya. (PHA).

Dengan diameter sekitar 1,1 km hingga 2,3 km, tim mengatakan 2022 AP7 adalah PHA terbesar yang ditemukan sejak 2014 dan mungkin di atas 5% dari yang terbesar yang pernah ditemukan.

“Setiap asteroid yang berukuran lebih dari 1 km dianggap sebagai pembunuh planet,” kata Sheppard.

Dia menambahkan bahwa jika objek seperti itu menabrak Bumi, dampaknya akan menghancurkan kehidupan manusia.

“Permukaan bumi kemungkinan akan mendingin secara signifikan karena sinar matahari tidak sampai ke planet ini. Ini akan menjadi peristiwa kepunahan massal yang belum pernah terlihat di Bumi selama jutaan tahun,” katanya.

Temuan AP7 2022 mungkin mengingatkan kita pada visi asteroid Armageddon yang digambarkan dalam film Don't Look Up.

2022 AP7 mengorbit matahari setiap 1.830 hari (5,01 tahun). Orbitnya sangat elips. Berdasarkan kecerahannya dan caranya memantulkan cahaya, 2022 AP7 mungkin berdiameter antara 1,011 hingga 2,260 kilometer, membuatnya lebih besar dari 99% asteroid, secara kasar sebanding ukurannya dengan Pentagon AS.

Astronom mengklaim ini merupakan asteroid terbesar yang ditemukan dalam kurun waktu 8 tahun terakhir.

Keberadaan asteroid itu ditemukan bersembunyi di bawah sinar matahari, dideteksi menggunakan observatorium Cerro Tololo di Chili

Scott Sheppard mengatakan perlahan, seiring waktu, asteroid tersebut akan mulai melintasi orbit Bumi lebih dekat ke tempat planet kita berada.

Tapi, katanya, butuh waktu berabad-abad ke depan untuk mereka mendekati bumi dengan jarak orbit yang sangat dekat,

Asteroid memang menjadi salah satu ancaman kehancuran bumi, seperti berjuta tahun lalu ketika zaman dinosaurus  musnah karena terjangan asteroid.

Untuk mencegah kehancuran akibat tabrakan asteroid tersebut, pada bulan September, NASA memetakan pesawat ruang angkasa untuk menabrak asteroid yang jauh, pertama untuk membelokkan dan mengarahkan batu ruang angkasa dari orbit bumi.

Eksperimen, dengan pesawat luar angkasa DART itu ditabrakan pada asteroid bernama Dimorphos, yang kemudian misi itu sukses karena sedikit mengubah lintasan orbit Dimorphos.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid bumi stasiun luar angkasa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top