Internet Lemot Setelah Ada BTS BAKTI? Ini Penjelasan Menkominfo

Oktaviano DB Hana
Minggu, 30 Oktober 2022 | 01:06 WIB
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis/Abdullah Azzam
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya tanpa henti dalam membangun menara BTS 4G untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif hingga ke daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T).

Namun, ternyata masih ada keluhan di tengah masyarakat bahwa layanan internet di suatu wilayah tertentu justru melemah setelah kehadiran base transceiver station (BTS) BAKTI.

Terkait keluhan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate angkat bicara. Menurutnya, problem itu dapat diatasi oleh operator seluler.

“Kalau ditemui keluhan di masyarakat, tadinya sinyal kuat, tetapi begitu BTS BAKTI dipasang, kenapa menjadi lemah. Yang bisa mengatasi itu adalah operator seluler melalui [curring] frekuensi. Karena yang punya spektrum adalah operator seluler,” jelasnya kepada Bisnis, Kamis (27/10/2022).

Menurutnya, BAKTI bisa melaporkan kondisi tersebut kepada operator. Bila perlu, Menkominfo akan meminta langsung kepada direksi operator seluler untuk menambah bandwidth.

“Kalau kurang juga [setelah BAKTI melapor ke operator] adalah menteri meminta kepada dirut operator untuk menambah bandwidth. Karena ini semua komersial,” tegasnya.

Sebagai informasi, bandwidth internet merupakan jumlah konsumsi transfer data yang dihitung di dalam satuan waktu bit per second atau bps.

Sebelumnya, Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latief mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan BTS 4G bisa rampung pada akhir tahun ini sehingga seluruh wilayah tanpa sinyal atau blank spot terlayani jaringan telekomunikasi.

Menurutnya, BAKTI telah berkomitmen dan tidak pernah berhenti membangun menara BTS 4G untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif hingga ke wilayah 3T.

“Kami akan kebut pembangunan infrastruktur ini di wilayah 3T," tuturnya.

Berdasarkan data BAKTI, hingga semester I/2022, BAKTI telah membangun  3.816 BTS 4G dengan perincian, menara BTS existing yang dibangun sejak 2015-2022 sebanyak 1.682 unit dan BTS di lokasi baru sebanyak 2.134 unit.

Menurut Anang, total telah ada 7.295 BTS 4G di seluruh Indonesia. Dari angka tersebut, sebanyak 4.300 BTS 4G sudah mulai beroperasi, sedangkan 2.600 BTS 4G masih dikebut pengerjaannya agar bisa melayani seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami akan kejar agar bisa segera dioperasikan baik tahun ini maupun tahun depan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper