Jelajah Sinyal 2022, BAKTI Kominfo Sudah Bangun 7.295 BTS 4G di Indonesia

Sholahuddin Al Ayyubi
Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:31 WIB
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo Anang Achmad Latif memberikan pemaparan di sela-sela pelepasan Tim Bisnis Indonesia Jelajah Sinyal dan Literasi Digital 2022 di Jakarta, Kamis (27/10). /Himawan L Nugraha
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo Anang Achmad Latif memberikan pemaparan di sela-sela pelepasan Tim Bisnis Indonesia Jelajah Sinyal dan Literasi Digital 2022 di Jakarta, Kamis (27/10). /Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA --Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengklaim sudah membangun 7.295 BTS 4G di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama BAKTI Kemkominfo, Anang Latif mengatakan bahwa dari total 7.295 BTS 4G tersebut, sebanyak 4.300 BTS 4G sudah beroperasi untuk melayani masyarakat, sementara sisanya sekitar 2.600 BTS 4G tengah dikebut oleh BAKTI agar bisa segera beroperasi paling lambat awal tahun depan.

"Kita akan kejar agar bisa segera dioperasikan baik tahun ini maupun tahun depan," tutur Anang di sela-sela acara Jelajah Sinyal 2022 Bisnis Indonesia di Kantor Bisnis Indonesia Jakarta, Kamis (27/10).

Anang menceritakan bahwa BAKTI Kemkominfo sempat menemui kendala dalam membangun infrastruktur jaringan tersebut yaitu ada berbagai ancaman di sejumlah wilayah terutama di Papua.

Kendati demikian, kata Anang, BAKTI Kemkominfo bakal terus melakukan pembangunan menara BTS 4G tersebut meskipun ada berbagai ancaman di lapangan.

"Kalau kita berhenti membangun menara, tidak ada lagi yang mau membangun nantinya. Kita harus memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan hak yang sama," katanya.

Anang juga berharap Pemerintah Pusat tidak hanya berkomitmen untuk membangun infrastruktur digital, tetapi juga infrastruktur jalan sehingga 5 tahun ke depan diharapkan ada turis yang bisa ikut menikmati keindahan Indonesia, terutama di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ini kan menarik. Bagaimana kalau kita juga bikin adventure tourism. Tetapi orang-orang asing juga bisa melihat keindahan alam Indonesia, memang jalannya saja yang tinggal diperbaiki," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Editor : Thomas Mola
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper