Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Memo Internal: Migrasi Siaran TV Analog ke Digital per 2 November 2022, Nielsen Telah Siap!

Memo internal Nielsen yang diterima Bisnis mengonfirmasi kesiapan peralihan siaran tv analog ke digital per November 2022.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  11:19 WIB
Memo Internal: Migrasi Siaran TV Analog ke Digital per 2 November 2022, Nielsen Telah Siap!
Ilustrasi Perangkat set top box yang sudah mendapat sertifikat dari Kominfo dan tercatat antara lain Akari Set Top Box ADS-2230. - Kompub ASO/Wienda Parwitasari
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Program analog switch off (ASO) atau migrasi siaran TV analog ke digital mengalami kemunduran dari rencana 5 Oktober 2022 menjadi 2 November 2022.

Menjelang pelaksanaan tersebut, Nielsen memastikan bahwa pihaknya siap dan berkomitmen untuk mendukung industri selama dan sesudah implementasi ASO. Hal tersebut terungkap dalam Memo internal untuk klien mereka yang diterima Bisnis.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan dan berinvestasi pada pengukuran audiens TV dan pengukuran digital yang independen di Indonesia masih tetap kuat seperti sebelumnya,” jelas Nielsen dalam memo tersebut.

Nielsen memiliki lebih dari 100 tahun pengalaman sebagai pemimpin pengukuran audiens dan hingga saat ini kami telah mengukur audiens di 37 negara, dengan banyak di antaranya telah menjalani ASO.

Nielsen akan tetap merefleksikan perubahan dan dinamika yang ada di industri, memanfaatkan praktik baik dan pengalaman yang ada dari negara-negara lainnya.

"Dengan pengalaman global dan keahlian lokal Nielsen, kami siap untuk memberikan data pengukuran audiens TV yang komprehensif, terpercaya, dan independen seraya Indonesia beradaptasi dengan lanskap baru digital TV terrestrial,"

Nielsen pun berharap kliennya dapat memanfaatkan informasi yang telah diberikannya untuk persiapan menuju implementasi ASO.

"Kami telah mengadakan berbagai sesi untuk menjelaskan apa yang akan terjadi dalam industri setelah implementasi ASO, berdasarkan pengalaman dan informasi dari negara lain yang telah menjalani ASO agar dapat menjadi panduan kita semua," lanjut Nielsen.

Pihaknya juga telah mengantisipasi terjadinya disrupsi data. Terlepas dari gangguan tersebut, mereka yakin bahwa di kemudian hari nantinya dapat terus disediakannya data pengukuran TV independen untuk mencerminkan posisi Indonesia saat layanan analog dimatikan.

Nielsen, dalam lingkup pengukuran digital dan streaming, akan meluncurkan Streaming Content Ratings yang akan menyediakan informasi dan profil demografis audiens dari mobile streamers, streaming service, dan duplikasi audiens antara mobile streaming dan TV linear.

Streaming Content Ratings akan membantu memastikan bahwa solusi pengukuran digital dan lintas media Nielsen tetap tangguh, dengan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan teknologi berkelanjutan dan perubahan peraturan yang memengaruhi lanskap media.

"Misi kami adalah memberikan pengukuran yang mendukung masa depan media yang lebih baik bagi semua orang. Sebagai pemimpin dan pilihan industri, kami akan terus bekerja untuk memberikan pengukuran yang independen dan bebas bias dan kami terus berinovasi untuk membantu memajukan industri. Kami di sini untuk mendukung Anda selama periode ini,"

Untuk diketahui, kemunduran ASO dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berdasarkan permintaan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) atau lembaga penyelenggara multiplexing.

"Memang kami menyampaikan surat kepada pak menteri, salah satu alasan [meminta ASO diundur] adalah kondisi yang ada di masyarakat kita," kata Sekretaris Jenderal ATVSI Gilang Iskandar dalam konferensi pers, Rabu (5/10/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

televisi analog analog switch off tv digital nielsen
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top