Kuartal II/2022, Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pengguna 4G Naik 2 Juta

Rahmi Yati
Rabu, 19 Oktober 2022 | 13:59 WIB
Pekerja melakukan perawatan pada salah satu Base Transceiver Station (BTS) di Depok, Jawa Barat, Senin (25/7/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Pekerja melakukan perawatan pada salah satu Base Transceiver Station (BTS) di Depok, Jawa Barat, Senin (25/7/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) telah mengoperasikan sekitar 124.000 Base Transceiver Station (BTS) 4G dengan peningkatan 2 juta pengguna data 4G pada kuartal II/2022 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

SVP Head Of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang mengatakan saat ini pihaknya sedang dalam proses integrasi jaringan dengan teknologi MOCN di seluruh Indonesia, sekaligus mematikan jaringan 3G yang sebagian besarnya sudah dilakukan dan akan selesai mengikuti waktu yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Kami terus melakukan edukasi kepada pelanggan yang masih menggunakan layanan 3G mengenai besarnya manfaat yang akan dinikmati dengan berpindah ke 4G, khususnya dalam peningkatan pengalaman koneksi internet yang lebih cepat dan stabil," kata Steve, Rabu (19/10/2022).

Dia menuturkan, pelanggan yang ingin beralih ke layanan data 4G, dapat menghubungi berbagai saluran pelanggan melalui website, call center, akun resmi media sosial, atau datang langsung ke Gerai dan Tri Store untuk melakukan penggantian kartu SIM IM3 dan Tri mereka.

Untuk lebih meningkatkan pengalaman digital pelanggan yang makin baik melalui jaringan 4G, lanjut dia, IOH juga secara bertahap terus menggelar layanan 5G yang saat ini sudah tersedia di Jakarta, Karawang, Solo, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Lampung, dan Bali.

Steve menambahkan, IOH juga telah menargetlan 1.023 desa non terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dapat terlayani jaringan internet pada 2022. Pihaknya secara bertahap melakukan penggelaran dan mengupgrade seluruh jaringan jadi 4G serta secara bertahap menghadirkan layanan 5G di beberapa kota di Indonesia.

"Sejauh ini IOH merencanakan 1.023 desa non 3T akan terlayani hingga akhir tahun 2022," ujar dia.

Menurutnya, upaya IOH itu sejalan dengan upaya pemerintah yang mendorong pemanfaatan 4G sebagai backbone jaringan digital nasional.

Untuk itu, perusahaan akan terus memperkuat infrastruktur jaringan dengan penambahan 11.400 site baru dan perluasan jangkauan jaringan ke 7.660 desa baru di seluruh Tanah Air, yang ditargetkan selesai pada akhir 2025.

"IOH selaku operator berkomitmen untuk selalu berkolaborasi mendukung pemerintah dalam mempercepat agenda transformasi nasional dan pemerataan infrastruktur serta digitalisasi di Indonesia," tutur Steve.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmi Yati
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper