Kasus Covid-19 Melandai, Pemesan Tiket di Traveloka Melonjak

Khadijah Shahnaz
Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:16 WIB
Model menunjukan aplikasi Traveloka di Jakarta. Bisnis/Dedi Gunawan
Model menunjukan aplikasi Traveloka di Jakarta. Bisnis/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Traveloka, startup online travel agent (OTA) melaporkan adanya peningkatan pemesanan transportasi dan akomodasi sejak Januari hingga Juni 2022. Kondisi itu terjadi setelah kasus Covid-19 melandai dan mobilitas masyarakat diperlonggar.

CMO Traveloka Shirley Lesmana mengatakan seiring dengan akses perjalanan antarkota dan antarnegara yang sudah mulai dibuka kembali serta cakupan vaksinasi yang terus bertambah, Traveloka melihat kebutuhan konsumen untuk melakukan perjalanan semakin meningkat. 

Mengutip data Indonesia Investment Authority (INA), peran platform pemesanan perjalanan dalam pemesanan bruto pariwisata Indonesia saat ini meningkat dari 24 persen sebelum pandemi, menjadi 33 persen persen pada 2021. Angka tersebut diharapkan terus meningkat mencapai 36 persen pada 2024.

"Situasi yang perlahan-lahan semakin membaik ini mulai kami rasakan sejak awal tahun 2022 yang juga tercermin dalam peningkatan kenaikan traffic pemesanan transportasi dan akomodasi sejak Januari hingga Juni 2022," ujar Shirley kepada Bisnis, Kamis (13/10/2022)

Traveloka mengklaim adanya peningkatan di pemesanan tiket pesawat sebanyak 65 persen, pemesanan kereta api meningkat hampir 2 kali lipat dan pemesanan bus & shuttle meningkat lebih 1,5 kali lipat.

Sementara itu, dari sisi akomodasi mengalami peningkatan pemesanan hingga hampir 70 persen persen pada periode Januari-Juni 2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dengan destinasi yang banyak diminati yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Semarang.

"Dibandingkan dengan periode tahun lalu (Januari - September 2021), tahun ini kami juga melihat adanya peningkatan jenis akomodasi Holiday Stays yang mencapai 2 kali lipat," jelasnya 

Data internal Traveloka juga menunjukkan kemunculan sejumlah tren, di mana konsumen lebih sadar akan pengalaman bepergian dengan tujuan untuk kesehatan mental dan sustainability. 

Beberapa tren tersebut mencakup business and leisure travel (leisure), termasuk diantaranya kegiatan outdoor untuk kesehatan seperti hiking santai, wisata air panas yang dilakukan selama perjalanan bisnis seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper