Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Fokus Traveloka Usai Disuntik Dana Rp4,5 Triliun dari INA Hingga Blackrock

Traveloka menyampaikan rencana bisnisnya usai mendapat suntikan pendanaan Rp4,5 triliun dari SWF INA, Blackrok dan investor lainnya.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 29 September 2022  |  19:31 WIB
Ini Fokus Traveloka Usai Disuntik Dana Rp4,5 Triliun dari INA Hingga Blackrock
Karyawan beraktivitas di kantor Traveloka, di Jakarta. - REUTERS/Beawiharta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Traveloka, startup online travel agent (OTA) berhasil mengumpulkan pendanaan senilai US$300 juta atau senilai Rp4,5 triliun di tengah era tech winter yang menimpa perusahaan rintisan (startup).

Adapun, sejumlah investor yang terlibat dalam pendanaan kali ini adalah Indonesia Investment Authority (INA), BlackRock (melalui dana kredit privat yang dikelolanya), Allianz Global Investors, Orion Capital Asia, dan lembaga keuangan global terkemuka lainnya.

Narasumber Traveloka mengatakan dana segar ini akan dipakai untuk memperkuat neraca keuangan serta memfokuskan pada bisnis utama yaitu Online Travel Agent (OTA).

“Pendanaan ini memungkinkan kami untuk lebih memperkuat neraca keuangan kami dan untuk terus fokus pada bisnis utama sekaligus juga membangun bisnis masa depan, “ ujar Narasumber Traveloka kepada Bisnis, Kamis (29/9/2022)

Menariknya, setelah mendapatkan pendanaan ini, Traveloka mengumumkan telah menghentikan layanan Traveloka Eats dan Send.

Adapun, putaran pendanaan ini telah menarik minat yang signifikan dari sejumlah penyedia modal jangka panjang berkualitas tinggi, hingga mengakibatkan terjadinya kelebihan permintaan dalam transaksi.

CEO INA Ridha Wirakusumah mengatakan pandemi telah mempercepat transformasi digital. Perubahan perilaku pelanggan ditambah dengan layanan teknologi inovatif, mencerminkan bagaimana digitalisasi dapat membantu mendorong pemulihan ekonomi.

INA pun menilai sektor perjalanan dengan kemudahan dan akses yang tak tertandingi, agen perjalanan online (OTA) pun telah mengubah lanskap industri selama pandemi Covid-19.

Misalnya, peran OTA dalam pemesanan bruto pariwisata Indonesia saat ini meningkat dari 24 persen sebelum pandemi, menjadi 33 persen pada tahun 2021, dengan harapan mencapai 36 persen pada tahun 2024,” kata Ridha, dalam keterangan resmi pada Kamis (29/9/2022).

Lebih lanjut Ridha mengatakan, pihaknya senang dengan putaran pendanaan Traveloka melalui kerja sama dengan BlackRock, Allianz Global Investors, dan Orion serta lembaga keuangan global terkemuka lain.

Hal ini sejalan dengan misi INA untuk menciptakan kemakmuran bagi Indonesia dalam jangka panjang, dengan meletakkan dasar bagi ekosistem digital yang berkelanjutan, termasuk infrastruktur digital, layanan digital, dan platform digital — yang akan sangat membantu mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

“Kami percaya bahwa Traveloka adalah champion nasional dan regional Indonesia serta merupakan katalis utama menuju digitalisasi perjalanan dan akomodasi di Indonesia dan kawasan. Kami percaya investasi bersama ini dapat memungkinkan Traveloka untuk memperdalam kepemimpinannya dan menciptakan nilai bagi seluruh ekosistem perjalanan," ujar Ridha.

Senada dengan INA, BlackRock dan Allianz Global menilai saat ini Traveloka adalah pemimpin yang kuat di bidang perjalanan online di Asia Tenggara, kawasan yang telah menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Traveloka StartUp investasi startup Indonesia Investment Authority
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top