Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tidak Semua Startup Disuntik, Ini Dia Kriteria Umum Raih Pendanaan Merah Putih Fund

Merah Putih Fund dikelola oleh lima kapital ventura milik BUMN yaitu  Mandiri Capital, BRI Venture,  MDI Venture, Telkomsel Mitra Inovasi dan BNI Ventures.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 27 September 2022  |  18:03 WIB
Tidak Semua Startup Disuntik, Ini Dia Kriteria Umum Raih Pendanaan Merah Putih Fund
Ilustrasi Startup. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pendanaan Merah Putih Fund dikabarkan akan diluncurkan pada kuartal II/2023. Saat ini Merah Putih Fund sudah mempunyai dana sebanyak US$300 juta atau senilai Rp4.543 triliun.

Dana tersebut dikelola dan dihimpun oleh lima kapital ventura milik BUMN yaitu  Mandiri Capital, BRI Venture,  MDI Venture, Telkomsel Mitra Inovasi dan BNI Ventures. Adapun untuk meraih pendanaan ini startup harus memenuhi beberapa kriteria terlebih dahulu.

Ketua PMO Merah Putih Fund Eddi Danusaputro mengatakan pendanaan Merah Putih Fund akan menyasar  startup dalam tahap pengembangan/growth. Selain itu, tambahnya, ada beberapa kriteria umum startup yang akan dilirik oleh Merah Putih Fund.

"Tidak semua startup dapat pendanaan ini, kita tidak menggunakan metode spray and pray. Kami ada kriteria umum tersendiri," ujar Eddi dalam "BUMN Startup Day", Selasa (27/9/2022) 

Dia menjelaskan ada 4 kriteria umum, meliputi sosok pendiri yang  harus warga negara Indonesia. Selanjutnya, harus berdiri dan beroperasi di Indonesia.

"Harus bayar pajak dan menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia. Saya ngerti banyak startup yang punya holding di luar negeri seperti Singapura. Tidak mengapa karena untuk mendapatkan perhatian investor luar negeri, tapi jika mau Merah Putih Fund harus operating di Indonesia," tegasnya

Kemudian, perusahaan harus memiliki roadmap ataupun rencana "exit" di Indonesia. Eddi mengatakan exit bukan hanya IPO atau melantai di bursa, tapi bisa jadi M&A yaitu merger dan acquisition. Dia menilai hal ini tidak masalah asal dilakukan di Indonesia.

"Terakhir, ini masih bentuk range. Kita nggak kaku tapi harus ada patokan. Pre-money valuation-nya harus di kisaran US$200 juta atau growth stage. Karena kita mengelola uang BUMN, sehingga early stage itu terlalu risky buat kami," tambahnya.

Eddi juga mengatakan Merah Putih Fund tidak akan memberikan pendanaan kepada startup yang sudah menjadi unicorn atau Pre-money valuation-nya di atas US$600 juta.

Hal ini dinilai terlalu mahal dan shareholding untuk Merah Putih Fund terlalu kecil. Sehingga Merah Putih Fund akan menyasar dan mengincar startup dengan pre-money valuation kisaran US$200 juta

"Kami pun menargetkan pada Q2 tahun depan akan mulai berinvestasi, saat ini tim kami lagi pipeline startup yang memenuhi kriteria ini," tutup Eddi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merah putih fund StartUp investasi startup startup perusahaan startup
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top