Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-siap! Asteroid Seukuran Bus Mendekati Bumi Besok, 8 Juli 2022

Pada November 2021, NASA meluncurkan pesawat ruang angkasa yang membelokkan asteroid yang disebut Double Asteroid Redirection Test (DART) untuk menghantam asteroid Dimorphos selebar 525 kaki (160 m) pada musim gugur 2022.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  17:16 WIB
Siap-siap! Asteroid Seukuran Bus Mendekati Bumi Besok, 8 Juli 2022
Batuan luar angkasa asteroid

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah asteroid kecil seukuran bus akan melintas sangat dekat ke Bumi pada Kamis (7 Juli) waktu AS atau Jumat 8 Juli, dan dipekirakan hanya dalam jarak 56.000 mil (90.000 kilometer) atau sekitar 23% dari jarak rata-rata antara Bumi dan bulan.

Mengutip Live Science pada Kamis (7/07/2022), asteroid tersebut diberi nama 2022 NF.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) lewat Jet Propulsion Laboratory mengkalkulasi asteroid itu akan melintas tanpa membahayakan Bumi.

Para astronom menemukan asteroid itu dengan menggunakan data dari Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System (Pan-STARRS), yaitu sebuah sistem kamera dan teleskop yang berbasis di Hawaii dengan tujuan utama mendeteksi objek dekat Bumi, atau NEO (Near Earth Objects).

Ilmuwan Sebut Tak Bahayakan Bumi

Pada 4 Juli, para peneliti mulai mengidentifikasi objek dan menghitung perkiraan ukuran dan lintasannya, dan menemukan bahwa batu ruang angkasa tersebut berukuran antara 18 dan 41 kaki lebar (5,5 meter dan 12,5 meter) pada dimensi terpanjangnya.

Menurut NASA, ukurannya ini masih terbilang kecil, bahkan 2022 NF ini tidak masuk ke dalam kriteria “asteroid yang punya potensi bahaya”, di mana pada umumnya asteroid harus berukuran panjang setidaknya 460 kaki (140 meter) dan melewati 4,6 juta mil (7,5 juta km) dari Bumi untuk bosa dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi Bumi.

Meski melintas pada Kamis (7/7) ini, asteroid tersebut sudah bisa terlihat sejak Rabu (6/7) kemarin melalui Proyek Teleskop Virtual yang menyiarkan langsung terbang asteroid dari teleskop mereka di Roma, mulai pukul 4 sore waktu setempat.

Diketahui, kini NASA dan badan antariksa lainnya terus memantau secara cermat ribuan NEO yang seperti ini.

Sebenarnya, asteroid seperti ini jarang menimbulkan ancaman bagi bumi.

Tetapi, beberapa asteroid raksasa tetap bisa menimbulkan ancaman bagi bumi jika lintasannya berubah dan terjadi benturan.

Pada November 2021, NASA meluncurkan pesawat ruang angkasa yang membelokkan asteroid yang disebut Double Asteroid Redirection Test (DART) untuk menghantam asteroid Dimorphos selebar 525 kaki (160 m) pada musim gugur 2022.

Tabrakan itu dimaksudkan untuk mengubah periode orbit Dimorphos dalam jumlah kecil.

Misi ini akan membantu menguji kelayakan defleksi asteroid, jika beberapa asteroid di masa depan menimbulkan ancaman bagi bumi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid bumi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top