Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenapa Keyboard Disusun QWERTY? Ini Alasan dan Sejarahnya

Berikut alasan dan sejarah kenapa keyboard disusun dengan huruf QWERTY.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 06 Juli 2022  |  17:59 WIB
Kenapa Keyboard Disusun QWERTY? Ini Alasan dan Sejarahnya
Ilustrasi keyboard QWERTY. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya mengapa keyboard atau papan ketik PC, laptop, dan smartphone disusun QWERTY. Ternyata, ada sejarah dan alasan di balik itu semua.

Dikutip dari laman Instagram Kementerian Komunikasi dan Informatika @Kemenkominfo, Rabu (6/7/2022), QWERTY mulai dipatenkan pada 1878. Sementara mesin tik QWERTY pertama yang diproduksi adalah Remington Typewriter pada 1884 dan terjual lebih dari 100.000 unit pada 1890.

Namun pada 1936, Dvorak muncul sebagai pesaing dan mengeklaim telah meningkatkan akurasi hingga 74 persen, tetapi tidak mampu bersaing dengan QWERTY.

Pasalnya, hingga saat ini QWERTY keyboard masih mendominasi dan digunakan di berbagai perangkat seperti PC, laptop, hingga smartphone.

Adapun sejarah hadirnya susunan keyboard QWERTY berawal pada 1970. Kala itu, Christopher Latham Sholes telah merancang mesin tik manual sesuai alfabet. Sayangnya, ternyata mesin tik-nya macet karena terlalu cepat saat mengetik.

Akhirnya, Sholes bersama Carlos Glidden dan Samuel W mengubah susunan menjadi QWERTY agar mesin tik tidak mudah rusak.

Sebelum jadi QWERTY, keyboard ini sempat disusun QWE.TY. Menurut teori Biagram Frequency, susunan tuts harus diacak agar pasangan huruf yang paling sering digunakan dalam Bahasa Inggris, seperti "th", "st", "er", tidak berdekatan. Makanya, pada tahap awal pengembangannya, keyboard ini sempat disusun secara QWE.TY.

"Nah, konon katanya, Sholes ingin membantah teori itu dengan keyboard QWERTY gagasannya," tulis Kemenkominfo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keyboard kominfo kemenkominfo
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top