Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fenomena Hujan Meteor Bootid Masih Bisa Disaksikan hingga 6 Juli

Hujan meteor Bootid dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia tanpa menggunakan alat bantu apapun, selama cuaca cerah, bebas polusi cahaya, dan medan pandang bebas dari penghalang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 Juni 2022  |  10:21 WIB
Fenomena Hujan Meteor Bootid Masih Bisa Disaksikan hingga 6 Juli
Fenomena Hujan Meteor Bootid Masih Bisa Disaksikan hingga 6 Juli - mashable.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pada Senin (27/06/2022) malam terjadi fenomena astronomis hujan meteor Bootid.

Hujan meteor ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia tanpa menggunakan alat bantu apapun, selama cuaca cerah, bebas polusi cahaya, dan medan pandang bebas dari penghalang.

BRIN mengungkapkan fenomena ini dapat disaksikan dengan mengamati arah Timur Laut saat senja bahari atau 30 menit setelah matahari terbenam. Puncak hujan meteor akan terjadi pada pukul 20.30 waktu setempat tanggal 27 Juni 2022 dan tenggelam pada Selasa pukul 02.00.

Tapi, jika Anda ketinggalan menyaksikannya, maka fenomena hujan meteor Bootid ini masih akan terjadi hingga 6 Juli 2022.

Dari sisa debu komet periodik, sebenarnya hujan meteor ini sudah muncul sejak 2 Juni 2022 lalu dan puncaknya pada 27 Juni 2022.

Ketika terjadi, volume meteor yang akan jatuh sebanyak 0-100 meteor per jam di langit zenit

Umumnya, hujan meteor ini juga terjadi setiap tahunnya di waktu yang sama.

Di antara para astronom, meteor Bootids terkenal tidak dapat diprediksi. Hampir setiap tahun hujannya lemah, meteornya juga bergerak lambat.

Tapi sesekali kita mendapatkan ledakan Bootid yang menghasilkan ratusan meteor atau lebih yang terlihat per jam.

Ledakan seperti itu telah dicatat pada tahun 1998, 1916, 1921 dan 1927.

Waktu yang ideal untuk mencari Bootids adalah saat langit menjadi gelap gulita pada hari Minggu atau Senin malam. Ini adalah saat pancaran meteor tampaknya berasal dari yang tertinggi di langit.

Sumber meteor khusus ini dapat ditelusuri ke komet 7P/Pons-Winnecke, yang mengorbit Matahari setiap 6,37 tahun sekali. Setiap kali melewati tata surya bagian dalam, ia meninggalkan aliran debu dan puing-puing yang bertabrakan dengan atmosfer Bumi setiap bulan Juni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meteor Komet Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top