Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Fenomena Cahaya Hijau di Pontianak, Ini Penjelasan BRIN

Cahaya kehijauan yang muncul seperti bintang jatuh (meteor) dengan durasi 1 hingga 2 detik di Pontianak diduga merupakan serpihan dari satelit COSMOS 1408.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Juni 2022  |  08:34 WIB
Ada Fenomena Cahaya Hijau di Pontianak, Ini Penjelasan BRIN
Teleskop BRIN - Brin.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Pada 30 Mei 2022 lalu, masyarakat Pontianak dikejutkan dengan munculnya fenomena cahaya kehijauan di langit pada pukul 23.00 WIB.

Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang menjelaskan cahaya kehijauan yang muncul seperti bintang jatuh (meteor) dengan durasi 1 hingga 2 detik ini diduga merupakan serpihan dari satelit COSMOS 1408.

Menurut Andi, berdasarkan pengamatan di laman pemantauan benda jatuh antariksa milik Pusat Riset Antariksa BRIN (orbit.brin.go.id), cahaya kehijauan yang melintasi kota Pontianak ini diduga merupakan serpihan dari satelit COSMOS 1408. Serpihan ini diperkirakan jatuh antara tanggal 29 Mei hingga 31 Mei 2022. Lintasan jatuhnya melewati kota Pontianak dari Utara ke Selatan.

“Satelit COSMOS 1408 adalah sebuah satelit electronics and signals intelligence yang dioperasikan oleh Uni Soviet. Satelit ini diluncurkan ke Orbit Bumi rendah pada 16 September 1982 untuk menggantikan COSMOS 1378. Namun karena sudah tidak dioperasikan lagi, maka satelit ini dihancurkan pada 15 November 2021 dalam rangkaian uji senjata anti satelit rusia, yang menghasilkan kurang lebih 1500 pecahan diatas bumi,” terang Andi dikutip dari laman resmi BRIN.

Lebih lanjut Andi menjelaskan bahwa warna hijau muncul karena adanya reaksi tembaga dengan atmosfer bumi sehingga menimbulkan warna kehijauan. Ia memastikan serpihan satelit tersebut tidak membahayakan masyarakat.

“Jatuhnya satelit ini tidak berdampak bagi masyarakat, karena di atas Pontianak hingga pulau Jawa, satelit ini hanya melintas sedangkan jatuhnya berada di perairan Samudera Hindia, di sebelah barat Australia,” jelas Andi.

Andi menghimbau, bagi masyarakat yang menemukan fenomena serupa, dapat melaporkan dengan mendatangi secara langsung kantor ataupun balai BRIN yang terdekat, atau bisa juga mengirimkan laporan melalui media sosial ataupun melayangkan surel ke [email protected] ke bagian humas atau PPID BRIN.

Selain itu, untuk mendapatkan informasi terkait benda antariksa, BRIN sendiri telah memiliki laman khusus yang dapat diakses masyarakat untuk memantau benda jatuh antariksa. Melalui www.orbit.brin.go.id  telah tersedia informasi yang cukup lengkap mengenai benda jatuh antariksa.

Mulai dari pemantauan benda jatuh secara realtime, hasil analisis, hingga arsip mengenai benda jatuh antariksa di masa lampau.

“Pada bagian pemantauan realtime, masyarakat dapat melihat detail benda jatuh antariksa, mulai dari nama, pemilik benda jatuhnya, ketinggian, prediksi kapan jatuhnya, juga lintasan benda jatuh tersebut, dari peta dunia juga Indonesia. Bagi astronom amatir juga dapat melihat data inklinasi juga jarak terjauh dan terdekat benda jatuh tersebut,” tutup Andi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satelit fenomena Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top