Mengenal Sejarah Metaverse di Dunia

Nabila Dina Ayufajari
Kamis, 23 Juni 2022 | 16:00 WIB
Kode biner dan kata metaverse yang ditampilkan di layar laptop. Reuters
Kode biner dan kata metaverse yang ditampilkan di layar laptop. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Istilah Metaverse telah menjadi tren yang sedang diperbincangkan oleh orang di seluruh dunia. Terutama saat Facebook mengumumkan rebranding ke Meta.

Meta dijuluki sebagai perusahaan teknologi sosial yang bertujuan untuk “menghidupkan Metaverse.” Tentu, hal ini membuat banyak orang penasaran dan tertarik untuk mengetahui perkembangan teknologi tersebut.

Untuk memahami Metaverse itu cukup rumit karena belum ada kehadirannya. Namun, karena perusahaan Teknologi Besar, seperti Epic Games, Nvidia, Microsoft, Intel, dan Meta tidak berhenti membicarakannya, ada leksikon yang berkembang untuk menggambarkan iterasi berikutnya dari internet.

Sebenarnya, istilah dan konsep dari Metaverse bukanlah hal baru. Faktanya, gagasan tentang Metaverse dan contohnya telah ada selama beberapa dekade. 

Istilah Metaverse diciptakan oleh Neal Stephenson dalam novelnya tahun 1992 yang berjudul Snow Crash. Novel tersebut berisikan tentang para karakter yang menggunakan avatar digital untuk menjelajahi dunia digital atau berinteraksi satu sama lain, serta melarikan diri dari realitas distopia mereka.

Sementara itu, ide kembar digital (digital twin) atau rekan virtual dari sesuatu yang ada dalam kehidupan nyata, pertama kali dibagikan pada 1991 oleh David Gelernter dalam bukunya yang berjudul Mirror Worlds. 

Konsep kembar digital awalnya diterapkan pada manufaktur pada 2002 oleh Dr. Michael Grieves, yang juga dianggap sebagai pencetus konsep perangkat lunak kembar digital. National Aeronautics and Space Administration (NASA) menggunakan teknologi kembar digital pada 2010 untuk menjalankan simulasi kapsul ruang angkasa.

Lantas, sebenarnya apa maksud dari Metaverse? Dilansir dari berbagai sumber pada Kamis (23/6/2022), berikut gambaran yang lebih jelas tentang Metaverse.

Penjelasan Istilah Metaverse

Secara umum, Metaverse didefinisikan sebagai alam semesta virtual yang penggunanya memiliki akses ke avatar digital sehingga memungkinkan mereka 'hidup' di dunia digital tersebut. 

Di Metaverse, orang dapat terhubung dengan teman, membeli dan memperdagangkan aset digital, melakukan perjalanan virtual ke lokasi digital, dan masih banyak lagi. Metaverse menjanjikan dunia dengan kemungkinan tak terbatas.

Banyak pendukung percaya bahwa versi futuristik yang sempurna dari “Metaverse” akan ada satu platform tunggal yang pengguna memiliki personanya, identitas, dan layanan platform yang terhubung di mana banyak dunia diciptakan maka mereka dapat memperoleh akses. Seperti dunia dengan banyak sub-dunia yang dapat diikuti, ditinggalkan, atau bahkan diciptakan. 

Secara teknis, Metaverse adalah dunia virtual yang melampaui atau bertindak sebagai perpanjangan dari dunia fisik manusia. Ini terdiri dari teknologi yang dapat dioperasikan, seperti virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), serta berjalan pada ekonomi digital fungsional yang dapat didukung oleh mata uang digital atau cryptocurrency.

Dengan demikian, masih adanya definisi untuk identitas digital, kepemilikan digital, mata uang digital, dan kemampuan transfer aset digital secara universal, memungkinkan ekonomi yang berfungsi penuh di dunia virtual.

Metaverse dapat memiliki banyak iterasi. Misalnya, pengguna dapat mengakses Metaverse jika memainkan Fortnite. Pengguna juga dapat mengakses Metaverse yang berbeda jika menggunakan Facebook Horizon. Namun, Metaverse dianggap dapat dioperasikan, yang berarti pengguna pada akhirnya dapat mengakses aset yang dikumpulkan dari satu platform dan menggunakannya di platform lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper