Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

InsurTech Aman Dapat Investasi Rp18 Miliar

PT Insurtech Technologies Indonesia (Aman) mendapatkan pendanaan pra awal yang dipimpin oleh Global Founders Capital (GFC) dan TriHill Capital 1982 Ventures.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  23:49 WIB
GFC/Linkedln -
GFC/Linkedln -

Bisnis.com, JAKARTA - PT Insurtech Technologies Indonesia (Aman) mendapatkan pendanaan pra awal yang dipimpin oleh Global Founders Capital (GFC) dan TriHill Capital 1982 Ventures. Asuransi teknologi ini mendapatkan dana sebanyak US$1,2 juta atau senilai Rp17,5 Miliar.

Dilansir dari laman Linkedin GFC, pihaknya mengatakan sangat senang menyambut Aman ke dalam keluarga besar GFC. GFC juga mengatakan investasi ini  akan membantu Aman dalam menantang pemain lama dan pemain baru di bidang insurtech Indonesia. 

"Kami bangga telah memimpin putaran pra-unggulan senilai US$1,2 juta bersama TriHill Capital," ujar GFC

GFC mengatakan Aman memposisikan perusahaannya sebagai platform manfaat kesehatan karyawan dan membedakan dirinya melalui penawaran perpaduan asuransi, teknologi SDM, dan perawatan kesehatan.  Aman juga mempunyai visi misi meringkas proses administrasi dan klaim benefit asuransi yang ditujukan perusahaan untuk para karyawannya. 

"Kami berharap dapat melanjutkan kemitraan ini dan mendukung mereka dalam perjalanan mereka untuk membantu perusahaan meningkatkan asuransi kesehatan karyawan," jelas GFC.

Dalam sistem Aman juga terdapat fungsi yang memudahkan tim SDM untuk merencanakan atau membeli paket asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya pegawai, di mana SDM akan dihubungkan dengan mitra yang sesuai pada jaringan Aman, Aman juga akan mendistribusikan dan pengelolaan produk tersebut sesuai porsi yang telah ditentukan.

Aman juga mempunyai web khusus untuk perusahaan dan untuk karyawan mempunyai aplikasi mobil untuk proses klaim.

Berdasarkan laporan DSInnovate, perkembangan Asuransi tech di saat ini masih menargetkan segmen ritel melalui produk mikro -asuransi, di mana potensi B2B Indonesia sangat besar. Seperti diketahui pasar Asuransi di Indonesia kebanyakan didominasi oleh pemain Tradisional. 

Selain Aman, Asuransi tech lainnya merupakan Aigis, di mana Aigis baru saja mendapatkan pendanaan pra awal senilai US$ 1 juta atau senilai Rp14,6 miliar dari Y Combinator, Init-6, Goodwater Capital, dan beberapa investor lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi StartUp pendanaan
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top