Asosiasi Game Indonesia: Majamojo Beri Dampak Signifikan untuk Industri Gim Lokal

Ahmad Thovan Sugandi
Senin, 28 Februari 2022 | 14:06 WIB
Ilustrasi warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). /ANTARA-Rahmad
Ilustrasi warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). /ANTARA-Rahmad
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi menilai kehadiran Majamojo dapat meningkatkan peluang game atau gim lokal bersaing di pasar nasional.

Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (Agi) Cipto Adiguno menyebut, kehadiran Majamojo, dengan perusahaan induk yang besar, akan sangat berdampak bagi kemajuan industri gim di Indonesia.

"Kami berpendapat bahwa makin banyak pelaku game dalam negeri, baik developer maupun publisher, adalah hal baik bagi industri gim Indonesia," ujarnya, Minggu (27/2/2022).

Menurut Cipto, serupa industri startup, segelintir pelaku besar di industri gim dapat memberi pengaruh yang jauh lebih signifikan daripada sejumlah besar pelaku kecil.

Cipto menjelaskan, selama ini industri gim lokal cenderung menarget pasar ekspor karena tidak mampu bersaing di negeri sendiri melawan produk-produk luar negeri yang skalanya jauh lebih besar.

Melihat skala Majamojo, dia berharap industri gim lokal dapat maju ke tingkatan yang lebih tinggi dan berkuasa tidak hanya di negeri sendiri tapi juga di panggung mancanegara.

Melihat situasi pandemi masih kurang stabil, Agi memperkirakan gim akan kembali populer sebagai media hiburan pengganti kegiatan fisik.

"Pemerintah bersama AGI telah merancang strategi untuk memaksimalkan kesempatan ini, dan diharapkan berbuah baik bagi industri dan negara dalam beberapa tahun ke depan," ujar Cipto.

Sebelumnya, Telkomsel melalui anak usahanya PT Telkomsel Ekosistem Digital, dan GoTo melalui PT Aplikasi Multimedia Anak Bangsa (AMAB) kembali bersinergi mengembangkan bisnis gaming untuk pasar Asia Tenggara. Kali ini, kerja sama tersebut diwujudkan dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) PT Games Karya Nusantara, yang mengusung brand perusahaan “Majamojo”.

CEO Majamojo Jungwon Hahn menyebutkan bahwa salah satu fokus perusahaannya adalah mengembangkan industri gim lokal dan berperan sebagai publisher gim. Selain ke depan Majamojo juga akan menggandeng Asosiasi Game Indonesia (AGI) dalam mengembangkan industri gim di Indonesia.

"Kami coba libatkan sebanyak mungkin karena pada akhirnya kami berharap pertumbuhan industri akan menguntungkan Majamojo, komunitas game lokal, dan yang terpenting adalah local game enthusiasts. Kami juga akan bekerja sama dengan komunitas local game developers," ujarnya, Sabtu (26/2/2022).

Menurut survei yang dilakukan Global Web Index dalam GWI Gaming kuartal IV/2020 di 15 negara termasuk Indonesia, dari 19.488 pengguna internet yang juga merupakan pemain gim di usia 16-64 tahun, 76 persen dari mereka mengakses konten gim dari perangkat smartphone.

Adapun lebih dari 24 persen mengakses dan memainkan gim berjenis simulasi dan menjadi jenis gim yang paling banyak dimainkan. Pada 2023 nanti, industri gim global diprediksi akan menghasilkan pendapatan sebesar US$200.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper