Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Minim, Perusahaan Belum Lihat Kebutuhan terhadap IoT

Beberapa solusi yang ditawarkan IoT dinilai tidak memberi banyak manfaat dari sisi efisiensi operasional atau efektivitas oleh para pengambil keputusan di perusahaan. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 19 Desember 2021  |  18:17 WIB
Ilustrasi : Sejumlah anak sedang mengakses situs melalui jaringan internet. - Antara
Ilustrasi : Sejumlah anak sedang mengakses situs melalui jaringan internet. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kecilnya anggaran yang disediakan perusahaan dalam mengimplementasikan solusi internet of things (IoT) diduga karena pengambil keputusan perusahaan belum melihat kebutuhan dari solusi internet tersebut. 

Manfaat yang diterima perusahaan dari implementasi IoT tidak terlalu besar atau masalah masih dapat diatasi dengan sumber yang ada.

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) M. Tesar Sandikapura berpendapat keengganan perusahaan untuk berinvestasi ke IoT disebabkan perusahaan belum melihat manfaat dari IoT. 

Beberapa solusi yang ditawarkan IoT dinilai tidak memberi banyak manfaat dari sisi efisiensi operasional atau efektivitas oleh para pengambil keputusan di perusahaan. 

“IoT itu penting jika pemilik perusahaan melihat perangkat mereka perlu dimodernisasi dengan internet atau IoT. Selama internet tidak dibutuhkan, maka anggarannya akan kecil,” kata Tesar, Minggu (19/12/2021). 

Dia mengatakan besar kecil anggaran untuk implementasi IoT tergantung dari sudut pandang pengambil keputusan di perusahaan melihat manfaat dari IoT. 

Pengambil keputusan dapat memberikan anggaran besar untuk IoT, jika mereka melihat ada manfaat besar atau keharusan untuk memanfaatkan IoT. Begitupun sebaliknya. Tesar menjelaskan pada dasarnya solusi IoT adalah sensor yang digerakkan oleh internet.  

Sifat solusi IoT adalah satu arah. Sensor memberi data kepada operator (orang) yang kemudian mereka tafsirkan data tersebut, atau operator memberi perintah kepada sensor dengan jaringan internet untuk melakukan sesuatu. Pemilik perusahaan memiliki pandangan berbeda-beda mengenai manfaat ini. 

“Manfaat yang pasti adalah daya tahan baterai yang awet,” kata Tesar. 

Senada, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan beberapa perusahaan belum mengetahui pengaruh IoT ke operasional. Manfaat efisiensi hingga di atas 50 persen dari pemanfaatan IoT, belum terbukti dan tidak mereka rasakan. 

“Setelah pemahaman meningkat, seharusnya tahun berikutnya akan ditingkatkan untuk investasinya. Hanya saja tenaga kerja mereka akan terdisrupsi,” kata Ian. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Internet of Things
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top