Produk Prabayar Digital Operator Seluler Kurang Dikenal

Leo Dwi Jatmiko
Kamis, 2 September 2021 | 20:55 WIB
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). Pemerintah beserta operator seluler sepakat akan tetap memberlakukan aturan blokir Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI) mulai 18 April 2020 dalam upaya memberantas ponsel atau HP ilegal yang banyak beredar di pasaran./ANTARA FOTO-Septianda Perdana
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). Pemerintah beserta operator seluler sepakat akan tetap memberlakukan aturan blokir Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI) mulai 18 April 2020 dalam upaya memberantas ponsel atau HP ilegal yang banyak beredar di pasaran./ANTARA FOTO-Septianda Perdana
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Operator seluler dinilai perlu untuk terus memperkenalkan produk prabayar digital ke masyarakat. Pengetahuan masyarakat terkait keberadaan produk ini masih rendah, meski sudah hampir 2 tahun produk tersebut hadir.

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura mengatakan saat ini masih banyak orang belum mengetahui produk prabayar digital.

Produk prabayar konvensional yang ada saat ini saja, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehingga keinginan masyarakat untuk mencari tahu produk prabayar digital tidak terlalu besar.

“Kita saja terkadang tidak dapat mendeteksi bahwa ada produk prabayar digital itu,” kata Tesar, Kamis (2/9/2021).

Tesar juga berpendapat bahwa anak muda saat ini berbeda dengan anak muda zaman dahulu, yang membutuhkan produk khusus. Anak muda kini makin selektif dan cerdas dalam memilih paket.

Anak muda hanya memilih produk yang paling cocok dengan mereka yaitu harga murah dan kecepatan bagus.

Operator seluler, dalam pandangan Tesar, tidak membutuhkan produk prabayar digital kecuali tujuannya untuk menghadirkan paket murah secara sembunyi-sembunyi.

Jika tujuan itu yang ingin dikejar, operator harus berhati-hati jangan sampai produk prabayar digital yang dikeluarkan mencaplok pelanggan internal yang selama ini berlangganan produk konvensional.

“Terlalu tanggung-tanggung. Murah, tetapi tidak ada yang tahu. Lebih baik iklan kan saja sekalian paket murah untuk konvensional, itu lebih efektif,” kata Tesar.

Di sisi lain, Tesar juga menilai bahwa produk prabayar digital dihadirkan bukan untuk diperbesar, sehingga sampai saat ini pertumbuhan produk tersebut tidak terlalu tajam.

Alasan operator tidak memperbesar produk tersebut, dugaan Tesar, karena produk tersebut merugi akibat dijual terlalu murah dan dapat mengganggu produk konvensional yang lebih menguntungkan.

“Kalau dibesarkan bisa berisiko rugi, karena memakan produk yang sudah ada,” kata Tesar.

Sekadar informasi, tiga operator seluler besar di Tanah Air, saat ini memiliki produk prabayar digital. Telkomsel menghadirkan by.U. XL mengandalkan Live.On, dan Indosat memiliki MPWR.

Masing-masing produk prabayar digital menawarkan harga yang berbeda-beda. by.U milik Telkomsel menawarkan paket Yang Bikin Nagih dengan harga Rp50.0000 untuk 12GB dengan masa berlaku 30 hari. MPWR menawarkan harga dan besaran paket data yang sama dengan by.U.

Sementara itu Live.On dengan paket Power Go, dengan harga Rp50.000 menawarkan paket sebesar 20GB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper