Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ACCI: 90 Persen Startup Sudah Gunakan Komputasi Awan

Asosiasi Cloud Computing Indonesia atau ACCI mencatat sudah 90 persen startup yang menggunakan komputasi awan terkait dengan pengembangan layanan aplikasi super.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 24 Agustus 2021  |  18:19 WIB
ACCI: 90 Persen Startup Sudah Gunakan Komputasi Awan
Ilustrasi Komputasi awan

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) menyebutkan pada 2021 penggunaan komputasi awan telah diadopsi oleh sekitar 90 persen perusahaan rintisan (startup) di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Fanky Christian mengatakan, sejumlah perusahaan rintisan makin bergairah mengembangkan layanan aplikasi super (superapp) yang berpengaruh pada popularitas awan yang kian meroket.

“Startup yang sudah gunakan cloud mencapai 90 persen [pada 2021] dibandingkan mereka punya fasilitas pangkalan data pribadi. Sedangkan, untuk unikorn kami menemukan minimal 70 persen sudah menggunakan layanan awan,” katanya, Selasa (24/8/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan komputasi awan selalu terkait dengan kemudahan pengguna. Bahkan, awan tidak terbatas hanya untuk urusan informasi teknologi (IT), tetapi bisnis ragam entitas secara keseluruhan.

Fanky menyebutkan saat ini keuntungan bagi perusahaan rintisan adalah makin banyaknya pilihan cloud provider, teknologi, fitur serta aplikasi yang ready-to-use di dalam platform awan.

Bahkan, pertimbangan harga menjadi faktor kedua, serta kemungkinan multi cloud menjadi hal yang umum untuk adopsi perusahaan rintisan ke depannya.

Menurut data asosiasi, tingkat permintaan untuk komputasi awan di seluruh dunia pada 2021 diproyeksi akan meningkat 94 persen.

Hal tersebut didasari oleh terjadinya peningkatan permintaan akibat pandemi Covid-19 sehingga pengguna awan dapat memanfaatkan sistem teknologi tersebut, dengan harapan memangkas biaya dan meningkatkan kinerja.

Sekadar informasi, menurut catatan Startup Ranking, jumlah startup di Indonesia mencapai 2.219 perusahaan pada 2021. Adapun, berdasarkan laporan CB Insights, terdapat tujuh perusahaan rintisan yang telah menyandang gelar unikorn di Indonesia, yaitu Gojek, Tokopedia, Bukalapak, J&T Express, Traveloka, OVO, dan OnlinePajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cloud computing StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top