Perusahaan Jack Ma Incar Asia Pasifik, Investasi Rp14,2 Triliun

Akbar Evandio
Selasa, 8 Juni 2021 | 16:44 WIB
Seseorang memfilmkan layar yang menunjukkan data lalu lintas Kota Hangzhou. Sistem manajemen lalu lintas di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China didukung Alibaba Cloud, China. /Reuters
Seseorang memfilmkan layar yang menunjukkan data lalu lintas Kota Hangzhou. Sistem manajemen lalu lintas di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China didukung Alibaba Cloud, China. /Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan inteligensi Alibaba Group hari ini meresmikan peluncuran AsiaForward Project dengan nilai investasi awal sebesar US$1 miliar atau setara Rp14,2 triliun.

President of Alibaba Cloud Intelligence Jeff Zhang mengatakan investasi yang diberikan dalam bentuk dana dan sumber daya ini, ditujukan untuk menghasilkan jutaan talenta digital yang kuat, termasuk upaya untuk memberdayakan 100.000 pengembang dan pertumbuhan 100.000 startup teknologi di kawasan Asia Pasifik dalam tiga tahun ke depan.

Menurutnya, inovasi teknologi memiliki peran penting untuk pemulihan ekonomi setelah Covid-19 sedangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki pengalaman yang kuat dalam aplikasi digital juga sangat diperlukan agar perkembangan ekonomi digital terus berlanjut.

“Kami melihat tingginya permintaan untuk teknologi cloud-native untuk pengembangan pembangunan vertikal di seluruh kawasan, dari e-commerce, logistik, fintech, hingga hiburan digital,” ujarnya lewat keterangan resmi, Selasa (8/6/2021).

Sebagai informasi, diluncurkan saat Alibaba Cloud Summit 2021, proyek ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk berinvestasi dalam infrastruktur, inovasi teknologi, dan pengembangan talenta digital agar dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Di Indonesia, dia mengatakan Alibaba Cloud secara resmi meluncurkan pangkalan data ketiganya yang ditujukan untuk mendukung pelanggan dengan berbagai layanan Alibaba Cloud dari database, keamanan, jaringan, machine learning, hingga analisis data.

“Penambahan pangkalan data ini pun makin melebarkan kesempatan Alibaba Cloud untuk lebih mendukung pelaku bisnis yang berminat mengadopsi teknologi cloud bahkan memperkuat pengembangan masyarakat digital di Indonesia. Hingga saat ini, Alibaba Cloud telah mengoperasikan 75 zona ketersediaan di 24 wilayah di seluruh penjuru dunia,” ujarnya.

Di Filipina, dia melanjutkan perusahaan akan meluncurkan pangkalan data pertamanya pada akhir 2021, di mana ukungan keberlanjutan bagi digitalisasi bisnis di pasar juga akan digalakkan melalui ragam produk dan layanan termasuk Elastic Compute Service (ECS), database, solusi jaringan global, Jaringan Pengiriman Konten atau (Content Delivery Network/CDN) dan layanan penyimpanan.

“Investasi ini sebagai komitmen Alibaba Cloud terkini yang terus berkembang di negara ini, berfokus pada sektor perbankan, fintech, ritel, logistik, dan pendidikan,” lanjutnya.

Di Malaysia, Jeff mengatakan Alibaba Cloud akan membangun International Innovation Center pertamanya. Bekerja sama dengan mitra lokal Handsprofit, perusahaan ini menawarkan solusi inovasi satu atap untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), startup, dan developer Malaysia yang ingin mendobrak batasan teknologi.

Dia mengatakan berbagai pelatihan teknologi cloud dan kepemimpinan bisnis akan difasilitasi, begitu juga dengan pemeliharaan ekosistem bagi jaringan investor modal ventura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Akbar Evandio
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper