Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Honeymoon Berakhir, Genflix Sebut Pertumbuhan Pengguna Kembali Normal

Genflix mempersiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi penurunan jumlah pengguna akibat mulai kembalinya aktivitas masyarakat.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  06:28 WIB
Genflix, layanan streaming konten digital atau over-the-top (OTT. - Istimewa
Genflix, layanan streaming konten digital atau over-the-top (OTT. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Layanan streaming asal Indonesia, Genflix melihat saat ini jumlah pertumbuhan pengguna mulai kembali pada tren normal sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Direktur Genflix Greeny Dewayanti mengatakan masyarakat telah mulai beraktivitas kembali dan banyak alternatif hiburan di luar menonton video streaming.

“Saat ini, pertumbuhan pelanggan kembali pada tren normal sebelum awal pandemi sehingga untuk menjaga performa [jumlah pengguna] di platform kami, tentu dengan feature dan juga original series terbaru,” katanya, Minggu (23/5/2021).

Sebagai gantinya, dia menjelaskan Genflix bakal mempercepat rilis original series yang tadinya setiap semester menjadi setiap 2 bulan sekali. Hal ini diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan jumlah pengguna di platform layanan mereka

“Selain itu juga ada fitur baru, di mana pengguna Genflix bisa siaran langsung secara live dan penonton bisa memberikan virtual apresiasi mulai dari diamond, bunga dan lain-lain, jadi sangat menarik. Para talent yang mengisi live pun akan mendapat kompensasi yang memadai berdasarkan apresiasi pelanggan tersebut,” katanya.

Greeny pun mengatakan untuk realisasi pertumbuhan jumlah pelanggan sepanjang semester I/2021 ini masih tetap stabil dengan rata-rata 20—30 persen setiap bulannya .

Berdasarkan data Statista, pendapatan segmen video sesuai permintaan (SVoD) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$411 juta pada 2021 dengan penetrasi pengguna menjadi 16,5 persen pada 2021 dan diharapkan mencapai 20,4 persen pada 2025.

Sementara itu, perusahaan khusus yang menganalisis optimasi layanan video daring, Conviva menemukan terdapat peralihan kebiasaan streaming on demand pada masyarakat di Asia.

Dikutip melalui Variety, terdapat peningkatan 15 persen pada kuartal I/2021 untuk layanan streaming video on demand di wilayah Asia dibandingkan pada kuartal pertama tahun sebelumnya.

Conviva mendapatkan dua pola utama konsumsi layanan video streaming di Asia, pertama layanan on demand meningkat dibanding siaran langsung, dan kedua pengguna yang tadinya menggunakan ponsel dan desktop beralih ke layar yang lebih besar di rumah untuk mengakses layanan itu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

videostreaming video on demand (vod) Work From Home
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top