Menkominfo Pantau Kualitas Jaringan selama Ramadan dan Lebaran 2021

Leo Dwi Jatmiko
Senin, 12 April 2021 | 19:15 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate memberikan penjelasan di Jakarta, Kamis (7/11/2019). Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate memberikan penjelasan di Jakarta, Kamis (7/11/2019). Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta kepada penyelenggara telekomunikasi untuk mempertahankan kualitas jaringan.

Salah satunya upaya yang dimaksud yakni menyiapkan jaringan cadangan yang andal selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. 

Kemenkominfo juga bakal memantau pengalaman pelanggan dalam menggunakan sejumlah aplikasi- seperti Whatsapp dan YouTube - untuk mengukur kualitas jaringan yang diberikan penyelenggara telekomunikasi kepada pelanggan.  

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan sebagai upaya mitigasi terjadinya gangguan jaringan, Kemenkominfo meminta penyelenggara telekomunikasi untuk memeriksa dan menyiapkan jaringan cadangan secara rutin selama Ramadan dan Lebaran.

Ia pun mengkahwatirkan gangguan seperti cuaca ekstrem dan bencana alam akan membuat kualitas jaringan penyelenggara telekomunikasi menurun, bahkan menghilang. Untuk itu, Kemenkominfo akan meminta laporan dari penyelenggara telekomunikasi terkait jumlah keluhan secara periodik beserta solusi penanganannya. 

“Kemenkominfo meminta penyelenggara untuk menyiapkan jaringan redudancy, pengecekan ketersediaan suku cadang dan consumable, serta membangun posko siaga,” kata Johnny kepada Bisnis, Senin (12/4/2021).

Dalam hal terjadi gangguan terkait dengan kapasitas jaringan, kata Johnny, Kemenkominfo meminta penyelenggara telekomunikasi untuk melakukan upaya perbaikan seperti menyiapkan mobile BTS, penambahan kapasitas BTS, penambahan kapasitas transmisi atau penambahan kapasitas inti jaringan.

Selain mendorong operator untuk mempersiapkan jaringan yang andal, Kemenkominfo juga akan melakukan pemantauan dan pengukuran kualitas layanan (Quality of Service) secara rutin. 

Parameter yang diukur Kemenkominfo a.l. kecepatan unduh/unggah, penggunaan aplikasi Whatsapp dan YouTube, dan lain sebagainya. Kemenkominfo memilih parameter-parameter tersebut karena itu merupkan aplikasi yang paling populer di masyarakat. 

“Beberapa parameter yang selama ini diukur antara lain meliputi Download/Upload Throughput [Mbps], Latensi [ms], Whatsapp Call Succes Rate [persen], Whatsapp Mean Opinion Score [MOS], Youtube Stream Success Rate [persen] dan YouTube Visual Quality [MOS],” kata Johnny.

Aplikasi percakapan instan dan video streaming merupakan aplikasi yang paling banyak dipakai oleh pelanggan operator seluler. PT XL Axiata Tbk. (EXCL) memperkirakan sekitar 80 persen lalu lintas data perseroan pada Ramadan dan Idulfitri 2021 berasal dari layanan tersebut.

Senada, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memperkirakan akan terjadi peningkatan lalu lintas data sebesar 19,6 persen untuk aplikasi Whatsapp dan Telegram pada Ramadan dan Lebaran 2021 dibandingkan dengan hari biasa.

Kemudian TikTok, Instagram, dan YouTube, selama Ramadan dan Lebaran diprediksi masing-masing meningkat 16,6 persen, 15,2 persen, dan 6,7 persen dibandingkan dengan hari biasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper