Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kominfo Harus Siap Bangun 40.000 Titik Stasiun Bumi per Tahun

Kementerian Kominfo dinilai memiliki pekerjaan rumah untuk membangun 40.000 titik stasiun bumi per tahun usai mendapatkan perpanjangan tenggat peluncuran Satelit Satria.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 April 2021  |  20:39 WIB
Ilustrasi satelit. - www.psn.co.id(psn.co.id)
Ilustrasi satelit. - www.psn.co.id(psn.co.id)

Bisnis.com, JAKARTA - Meski berhasil memperpanjang tenggat filing satelit di orbit 146 bujur timur (BT), pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah besar yaitu membangun 149.000 stasiun bumi hingga 2024, atau sekitar 40.000 titik per tahun, agar pemanfaatan proyek yang menghabiskan dana puluhan triliun rupiah tersebut optimal.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB Ian Yosef M. Edward mengatakan setelah perpanjangan tenggat peluncuran Satelit Multifungsi Satria diberikan oleh Radio Regulations Board (RRB) International Telecommunication Union (ITU), pemerintah memiliki tenggat selama 4 tahun untuk membangun 14.900 stasiun bumi di sejumlah kawasan di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diterima, kata Ian, Kemenkominfo telah menyelesaikan pembangunan stasiun bumi di 30.000 titik. Artinya terdapat sekitar 119.000 titik lagi yang belum memiliki stasiun bumi.

“Seandainya target 2023 selesai 150.000 titik, maka saat ini tinggal 120.000 titik. Berarti per tahun sekitar 40.000 titik. Hal ini perlu kerja sama bersama, supaya bisa dicapai target ini,” kata Ian kepada Bisnis.com, Selasa (6/4/2021).

Untuk diketahui, stasiun bumi adalah terminal telekomunikasi yang berada di bumi, yang didesain untuk berkomunikasi dengan pesawat luar angkasa, termasuk satelit.

Stasiun Bumi atau Ground Segment merupakan bagian dari sistem transmisi satelit yang terletak di bumi dan berfungsi sebagai stasiun terminal yaitu pengubah basis sinyal band atau sinyal frekuensi suara, menjadi sinyal dengan frekuensi radio, dan sebaliknya.

"Jangan sampai satelitnya sudah di atas tetapi stasiun bumi yang menerima sinyal satelit belum ada. Jadi harus sudah mulai dari sekarang," kata Ian.

Lebih lanjut, Ian juga mengomentari mengenai perpanjangan izin filing satelit yang diberikan Radio Regulations Board (RRB) International Telecommunication Union (ITU) kepada pemerintah Indonesia.

Menurutnya waktu 7 bulan untuk filing satelit di orbit 146BT yang telah diberikan ITU, dapat diperpanjang kembali. Pemerintah hanya perlu menunjukkan keseriusana dalam pembangunan Satelit Satria, dengan memperlihatkan kemajuan dan pencapaian pembangunan.

Pemerintah juga perlu mendorong negara-negara yang terlibat dalam pembuatan Satelit Satria – dalam hal ini Prancis, China dan Amerika Serikat – untuk melobi ITU agar perpanjangan filing satelit diberikan kembali.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satelit
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top