Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Unikorn Asia Tenggara Diprediksi Merger dan IPO

Jungle Ventures mengatakan kemungkinan adanya merger dan IPO startup unikorn sebagai tahapan wajar bagi perusahaan rintisan yang sudah matang.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  16:37 WIB
Merger - Ilustrasi
Merger - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Jungle Ventures, perusahaan modal ventura, menyebut proses penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dan merger yang tengah marak dilakukan merupakan tahapan wajar yang selanjutnya ditempuh oleh sebuah perusahaan rintisan yang sudah matang.

Managing Partners Jungle Ventures David Gowdey mengatakan perkembangan ini sejalan dengan rencana beberapa startup unikorn yang siap untuk melantai ke bursa saham dalam waktu 12—18 bulan ke depan.

“Ada juga kemungkinan merger dua atau lebih raksasa internet yang kini menjadi motor perekonomian ekonomi startup di Asia Tenggara,” katanya dalam siaran pers, Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, 2021 menjadi tahun yang sangat menarik, karena banyaknya startup yang mulai mengeksplorasi jalur IPO tradisional maupun dengan special purpose acquisition companies (SPAC).

Pasalnya, dia mengatakan SPAC memang merupakan salah satu jalur yang lebih cepat menuju pasar saham Amerika Serikat (AS), tetapi tetap saja startup harus memiliki skala yang cukup dalam hal valuasi dan kapitalisasi pasar untuk mendapatkan perhatian dari analis serta investor dari kalangan privat dan institusi.

“Konsistensi dan stabilitas operasi mereka yang mampu menjadi proyeksi kinerja keuangan setiap triwulan juga akan menjadi salah satu faktor penentu IPO yang sukses,” ujarnya.

Selanjutnya, Gowdey memerinci bahwa proses investasi dari perusahaan modal ventura dan jalur SPAC sangat berbeda, para investor yang berpartisipasi lewat jalur SPAC atau pra-IPO adalah investor pasar publik yang masuk lebih dulu untuk mendapatkan keuntungan tambahan sebelum perusahaan resmi melantai di bursa.

“Sementara itu, perusahaan modal ventura justru membantu perusahaan rintisan melewati berbagai tahapan yang menuju untuk mencapai ke tahap IPO atau secara singkatnya membawa startup dari level nol ke level satu,” katanya.

Selain itu, Gowdey memprediksi setelah kelompok startup unikorn go public, masyarakat akan menyaksikan sekelompok startup lain yang mulai mencapai valuasi miliaran dolar di Asia Tenggara.

”Secara alami mereka pun akan tumbuh menjadi perusahaan yang dalam hal ukuran, skala, dan kematangan bisnisnya berada di fase yang siap untuk pergi ke arah yang sama,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top