Tren Cloud Gaming di Indonesia, Alibaba Punya Strategi Menangkan Pasar

Akbar Evandio
Minggu, 21 Februari 2021 | 20:35 WIB
Ilustrasi game/Bloomberg
Ilustrasi game/Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Layanan komputasi awan dari perusahaan-perusahaan besar teknologi kini siap memanfaatkan ledakan popularitas dalam industri video gim. Pasalnya, gim berbasis komputasi awan (cloud) diyakini bakal menghasilkan pendapatan baru bagi mereka

Leon Chen, General Manager at Alibaba Cloud Intelligence, mengatakan meskipun perusahaan belum memiliki produk gim cloud untuk konsumen di Indonesia, platform cloud milik Alibaba Cloud sudah mendukung perusahaan gim untuk mengembangkan judul mereka sendiri, salah satunya Lyto Games.

Dengan kerja sama ini, Lyto Game dapat melakukan set-up operasi online di pasar baru dalam waktu 24 jam, dan meningkatkan atau menurunkan sumber daya komputasi secara fleksibel berdasarkan tuntutan aktual ketika game-game baru dirilis.

“Selain Lyto Games, kini Alibaba Cloud juga telah mendukung layanan cloud IndoFun, penyedia gim seluler di Indonesia. Saat ini, teknologi kami memungkinkan Indofun untuk dapat memberikan layanan yang bisa bekerja dengan andal selama 24 jam setiap harinya apa pun yang terjadi,” ujarnya saat dihubungi Bisnis pada Minggu (21/2/2021).

Dia menyebutkan bahwa Alibaba Cloud mampu memberikan Indofun paket layanan yang lengkap untuk memenuhi semua kebutuhan gim mereka. Khususnya, melalui komputasi inti dan produk penyimpanan seperti Elastic Compute Service (ECS), Server Load Balancer (SLB), serta Block Storage dan Object Storage Service (OSS).

“Alhasil, Indofun memiliki kekuatan komputasi yang diperlukan untuk memenuhi dan bahkan melampaui harapan pelanggan, memberikan solusi yang mudah terukur, hemat biaya, dan sangat andal,” ujarnya.

Selain itu, dia melanjutkan perusahaan memiliki layanan database seperti ApsaraDB untuk Redis dan Apsara RDS untuk MySQL, serta Data Transmission Service (DTS), juga memungkinkan latar belakang operasi yang sangat penting seperti pencadangan data reguler dan sinkronisasi data agar makin otomatis.

Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan lebih sedikit intervensi manual, sehingga merampingkan upaya pemeliharaan dan operasi tim dukungan teknis para konsumen bisnis gim mereka.

“Yang paling penting lagi, dapat memenuhi bisnis inti mereka dan permintaan pelanggannya, melalui solusi layanan jaringan Content Delivery Network (CDN) dan Elastic IP (EIP),” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Akbar Evandio
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper