Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternyata Ini yang Bikin Pendapatan Data XL Axiata (EXCL) Turun

Penurunan pendapatan pada kuartal IV/2020 berlawanan dengan pertumbuhan lalu lintas data yang justru melesat.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  20:05 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menyampaikan persaingan yang makin ketat antar operator seluler dan penurunan daya beli masyarakat menyebabkan pendapatan layanan data pada kuartal IV/2020 tak sejalan dengan pertumbuhan lalu lintas data.

Group Head Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan penurunan jumlah pendapatan sebesar 4 persen pada kuartal IV/2020 dibandingkan dengan kuartal III/2020 merupakan dampak dari kompetisi yang makin ketat.

“Penurunan tersebut merupakan dampak dari kompetisi yang makin ketat dan juga menurunnnya daya beli masyarakat,” kata Ayu kepada Bisnis, Senin (15/2).

Di samping itu, kata Ayu, penurunan pendapatan pada kuartal IV/2020 yang berlawanan dengan pertumbuhan lalu lintas data yang melesat, juga dipengaruhi oleh program subsidi kuota internet yang diterapkan oleh pemerintah.

Dalam program tersebut operator seluler diminta untuk menyalurkan kuota internet sebesar 20GB -50GB kepada pelajar dan tenaga pengajar. Pemerintah membayar Rp1.000 untuk setiap GB yang diberikan operator. Harga tersebut diklaim di bawah harga kelayakan yang senilai Rp3.000-Rp8.000 per GB.

Adapun untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dari data pada tahun ini, Ayu menyebutkan perseroan akan berupaya memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan termasuk kenyamanan dalam menikmati layanan data.

XL akan terus meningkatkan kualitas jaringan dengan memperluas dan meningkatkan kapasitas jaringan layanan data khususnya untuk layanan 4G dan 3G di berbagai wilayah di Indonesia khususnya di luar Jawa, termasuk pembangunan jaringan fiber optik.

“Penyesuaian tarif tentu menjadi salah satu opsi dari berbagai opsi untuk mendorong pendapatan perusahaan, namun yang jelas memberikan dan meningkatkan pengalaman pelanggan merupakan fokus utama kami,” kata Ayu.

Sebelumnya, berdasarkan data presentasi korporasi yang diterima Bisnis, Senin (15/2/2021) diketahui pada kuartal IV/2020 jumlah lalu lintas data XL Axiata sebesar 1,37 juta Terabyte (TB) meningkat 8 persen dibandingan dengan lalu lintas data pada kuartal III/2020 yang hanya 1,27 TB.

Pencapaian pada kuartal IV/2020 tersebut merupakan pencapaian tertinggi sepanjang XL Axiata berdiri.

Sayangnya, pencapaian tersebut tidak diimbangi dengan pendapatan dari layanan data yang justru turun sebesar 4 persen secara kuartal dari Rp5,68 triliun pada kuartal III/2020, menjadi Rp5,43 triliun pada kuartal IV/2020. Umumnya, pertumbuhan pendapatan data sejalan dengan penggunaan layanan data yang makin tinggi oleh para pelanggan.

Meski secara kuartal jumlah pendapatan data dengan peningkatan lalu lintas data berlawanan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, XL Axiata masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan layanan data yang signifikan.

Pada 2020, XL mencatakan total pendapatan data senilai Rp22,2 triliun meningkat 10 persen dibandingkan dengan 2019 yang senilai Rp20,25 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata telekomunikasi
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top