Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengunduh WhatsApp Turun, Kompak Pindah ke Telegram dan Signal?

Kontroversi mengenai aturan privasi baru menyebabkan jumlah unduhan terhadap WhatsApp di Indonesia menurun.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  17:18 WIB
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White

Bisnis.com, JAKARTA – Kontroversi mengenai aturan privasi baru WhatsApp berpengaruh pada jumlah unduhan aplikasi tersebut di Indonesia hingga awal tahun ini.

Dikutip melalui data Sensor Tower, App Store mencatatkan jumlah unduhan WhatsApp di Indonesia dari 21 Desember—3 Januari 2021 masih mencapai sekitar 190 juta unduhan.

Adapun, dalam dua minggu berikutnya, total unduhan turun 1,4 juta dengan persentase 26 persen koreksi jumlah pengunduh. Padahal, sebelumnya WhatsApp termasuk aplikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Berdasarkan Riset We Are Social pada 2019 mencatat 83 persen pemakai internet di Tanah Air menggunakan WhatsApp.

Namun di sisi lain, kompetitornya Telegram dan Signal mengalami peningkatan yang cukup pesat. Sejak 4 Januari—17 Januari 2021, Signal diunduh 1,5 juta kali di App Store di Indonesia, meningkat 50 persen. Sedangkan, unduhan Telegram pada periode yang sama juga meningkat 64 persen.

Sekadar catatan, saat ini antisipasi yang dilakukan WhatsApp adalah menunda penerapan kebijakan privasi baru hingga 15 Mei 2021 setelah adanya banjir kritikan dan membuat sebagian pengguna pindah ke kompetitor lain seperti Telegram dan Signal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi whatsapp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top